Kapolres Adopsi Bayi yang Ditemukan di Pos Ronda

Jumat, 28 Maret 2014 – 08:27 WIB

jpnn.com - SIJUNJUNG - Bayi laki-laki berusia tiga hari yang ditemukan di dalam kardus susu di pos ronda Nagari Limo Koto, Kecamatan Tanjung Ampalu, Selasa (25/3) dinihari lalu akhirnya mendapatkan orangtua angkat.

Tidak tanggung-tanggung, yang mengadopsinya adalah Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi. Sebenarnya, tidak hanya kapolres yang berminat mengadopsi bayi yang ditemukan seorang petugas kepolisian setelah menangis tanpa henti selama dua jam di pos ronda itu.

BACA JUGA: Razia Polisi Temukan Samurai di Mobil Kader Partai

Beberapa jam setelah dibawa ke puskesmas, banyak ibu-ibu yang berkunjung dan menyatakan keinginan mengadopsi. tapi karena pertimbangan kesehatan, hari itu belum ada yang diizinkan mengadopsi. Begitu juga dengan Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi.

Sugeng Riyadi mengaku mengadopsi bayi itu karena panggilan dari dalam lubuk hatinya untuk membesarkan anak itu. Perwira yang sebentar lagi akan bergelar doktor tersebut akhirnya memutuskan menjadi orang tua dari sang anak.

BACA JUGA: Gerindra Desak Gubernur Jangan Tahan Pemakzulan Bupati

Bahkan tanpa pikir panjang, bayi laki-laki yang sudah diberikannya nama Barra Atthaya Parvaiz itu langsung dibawanya pulang ke rumah dinas di Muaro Sijunjung.

"Anak saya keduanya perempuan, dan niat kita ikhlas dan tulus untuk menjadikan Barra sebagai anak. Walau pun sudah dibawa ke rumah, saya tetap menunggu keputusan dari dinas sosial," sebutnya.

BACA JUGA: Karo Harus Gunakan APBD 2013

Sejak dirawat di Puskesmas Tanjung Ampalu, anak laki-laki yang sudah berumur 6 hari tersebut terlihat sehat. Sugeng Riyadi juga berharap, dengan menjadi ayah dari Barra akan mendatangkan berkah dalam keluarganya.

"Mudah-mudahan Barra menjadi berkah bagi kami sekeluarga, dan kita akan berusaha merawat Barra hingga menjadi anak yang berguna bagi agama dan bangsa, sesuai dengan arti nama yang kita beri yakni "pemberian yang bersih dan bahagia"," ujar kapolres.

Soal pelaku yang membuang bayi itu, kapolres menegaskan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. "Kami menduga keluarga si anak bukan berasal dari Kabupaten Sijunjung. Kami masih terus selidiki," ujarnya. (h)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ombudsman Endus Kecurangan Seleksi CPNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler