Kapolri Bantah Fasilitasi Antasari Serang SBY

Rabu, 22 Februari 2017 – 18:21 WIB
Kapolri Jenderal Pol.Tito Karnavian. Foto: Charlie/dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, tidak pernah memerintahkan anggota untuk memenangkan pasangan calon tertentu. Termasuk juga untuk pilkada DKI Jakarta.

Dia keberatan dengan tudingan anggota Komisi III DPR Benny Kabur Harman yang menuding Polri bermain mata dan memfasilitasi mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menghancurkan kredibilitas Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

BACA JUGA: Anak Buah SBY: Kejam, Politik Kejam

"Tidak ada pak," kata Tito menjawab Benny saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (22/2).

Dia mengatakan, Antasari datang ke Mabes Polri untuk melaporkan penyidik kasusnya, termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan terkait dugaan pelanggaran pasal 318 KUHP. Antasari menduga ada rekayasa atau penghilangan barang bukti kasusnya.

BACA JUGA: Laporan Antasari Baru dalam Tahap Penyesuaian

Menurut Tito, empat item yang menurut Antasari dihilangkan penyidik kasusnya kala itu. Yakni, soal baju korban kenapa tidak dijadikan barang bukti. Kemudian, soal peluru.

Versi Antasari ada tiga tembakan di tubuh korban. Tapi, polisi menyatakan hanya dua tembakan. Selain itu, masalah SMS kepada korban yang diakui Antasari tidak pernah dikirimnya.

BACA JUGA: Omongan Antasari Azhar Bisa jadi Bumerang

"Di persidangan call data record-nya tidak ada. Jadi dia menganggap penyidik merekayasa, sehingga yang dilaporkan yang bersangkutan adalah penyidik," katanya.

Tito mendapat informasi bahwa besok mantan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan para penyidik akan memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan Antasari.

"Besok saya mendapatkan kabar Pak BHD yang akan memberikan keterangan resmi," katanya.

Tito juga menambahkan, akan melihat apakah laporan Antasari itu sudah masuk materi persidangan. Kalau masuk materi persidangan, tentu tidak akan disidik.

Nah, kata Tito, setelah membuat laporan itu Antasari memberikan keterangan kepada wartawan. Namun, keterangan Antasari itu berkaitan dengan Presiden RI Keenam SBY. Sedangkan di laporan tidak ada kaitan dengan SBY.

"Itu keterangan beliau saat keluar usai memberikan laporan," katanya.

Setelah itu, ada reaksi dari kubu SBY. Pihak SBY melaporkan Antasari karena tuduhan melakukan fitnah.

"Ini juga kami proses. Jadi tidak ada kami setting apa pun," tegas Tito.

Benny menginterupsi. Dia mengatakan, tidak mempermasalahkan soal substansi laporan. Menurut dia, Antasari seolah-olah memanfaatkan mabes menyerang SBY setelah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

"Tujuannya menggunakan Mabes Polri sebagai tempat untuk dia menghancurkan wibawa Presiden RI Keenam. Itu yang saya sayangkan," ujar Benny.

Namun, Tito tegas membantah. Menurut dia, saat membuat laporan, Antasari menyatakan tidak melapor ke Polda Metro Jaya karena salah satu penyidik kasusnya sekarang menjadi kapolda. Karenanya Antasari memilih melapor ke Mabes Polri.

"Bukan karena diterima di Istana. Sekali lagi apa pun kami sampaikan tegas tidak ada setting, atau memberikan karpet merah," jelas Tito. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bareskrim Mulai Sentuh Laporan Antasari


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler