Kapolri Bercerita ke Presiden Jokowi soal Polisi Korban Aksi 4 November

Selasa, 08 November 2016 – 11:33 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan arahan mengenai situasi terkini kepada para perwira tinggi Polri dan kepala kepolisian daerah (kapolda) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/11) pagi.

Sebelum Presiden Jokowi -sapaan Joko Widodo- memberikan arahannya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan kepala negara untuk hadir dan memberikan arahan. “Terima kasih atas kehadiran bapak di tengah-tengah kami," kata Tito dalam sambutannya, di Auditorium PTIK.

BACA JUGA: KPK Mulai Garap Wali Kota Madiun

Tito memerinci, ada 602 anggota Korps Bhayangkara yang hadir dalam acara itu. Di antaranya 33 kapolda, para perwira menengah Mabes Polri, serta  sejumlah personel yang berperan sebagai komandan dalam penanganan demo besar-besaran pada Jumat pekan lalu (4/11).

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu juga menyinggung tenyang pengamanan aksi 4 November. Tito menceritakan, Polri mengerahkan 16 ribu personelnya untuk mengawal demonstrasi yang menuntut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama diadili karena kasus dugaan penistaan agama itu.

BACA JUGA: Saat Masuk Inti Materi Arahan Jokowi ke Polri, Wartawan Diminta Keluar

Aksi yang mulanya berlangsung damai, lanjut Tito, berakhir ricuh. Sebanyak 18 orang personel Polri mengalami luka dan 12 di antaranya tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Sebelas personel kami berikan perhatian dengan memberikan santunan," jelas Tito.

BACA JUGA: Kemarin Kunjungi PBNU, Hari Ini Jokowi Bertamu ke Kantor Muhammadiyah

Selain itu Tito juga melaporkan tentang kondisi yang dihadapi Polri. Menurutnya, seiring perkembangan zaman, Polri menghadapi permasalahan yang semakin kompleks.

Namun, katanya, Polri tetap akan setia mengawal kepentingan negara. "Polri mengambil sosok figur yang menjadi role model dari Gajah Mada  dan pasukan bhayangkara yang terkenal dengan setia pada negara," jelas Tito.

Selain itu, Tito juga menyampaikan permohonan maafnya ke Presiden Jokowi karena ada pejabat penting Polri yang tak bisa hadir. Sebab, saat ini Polri sedang menjadi tuan rumah Sidang Umum Interpol di Bali.(mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ismail Ibrahim Mengaku Memukul Petugas saat Demo 4/11


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler