Kapuspen TNI: Prestasi Sebenarnya Adalah…

Sabtu, 01 Oktober 2016 – 02:17 WIB
Wakapuspen TNI Laksma TNI Abdul Rasyid K mewakili Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen TNI Tatang Sulaiman menutup Pelatihan Video Jurnalistik Tahun 2016 di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/9). FOTO: Dok.Puspen TNI

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen TNI Tatang Sulaiman meminta kepada para mantan peserta tidak memandang kelulusan ini sebagai sebuah prestasi. Menurut Kapuspen TNI, prestasi yang sebenarnya adalah kemampuan dan keberhasilan peserta mengaplikasikan pengetahuan yang harus ditunjukkan sekembalinya ke satuan masing-masing.

Demikian amanat tertulis Kapuspen TNI dibacakan Wakapuspen TNI Laksma TNI Abdul Rasyid K pada acara penutupan Pelatihan Video Jurnalistik Tahun 2016 di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/9).

BACA JUGA: Dimas Kanjeng dan Logika Ekonomi

Lebih lanjut, Kapuspen TNI menyampaikan pembekalan dan pengetahuan yang diberikan kepada para peserta, dikaitkan dengan waktu yang singkat, tentunya materi yang diterima belum optimal untuk membimbing menjadi kameramen yang profesional.

“Diharapkan kepada para peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan agar mengembangkan ilmu pengetahuan dan praktek di satuan masing-masing,” ucapnya dilansir  Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa.

BACA JUGA: Suami Istri Berniat Jual Bayi, Begini Penjelasan BPJS

Para peserta pelatihan telah menerima pembekalan pengetahuan, baik teori maupun praktek di bidang  kamera video sesuai perkembangan teknologi saat ini. Demikian juga teknik pengambilan gambar maupun penggunaan berbagai jenis peralatan kamera video, sehingga menghasilkan gambar-gambar yang bermutu.

"Pada akhirnya dapat menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam dan utuh, sebagai bahan publikasi TNI di berbagai media massa,”  ujar Tatang Sulaiman.

BACA JUGA: Yayasan Dimas Kanjeng Terancam Dibubarkan Paksa

Jenderal Bintang Dua ini juga menyampaikan kegiatan-kegiatan di satuan jajaran TNI yang memiliki nilai berita dan layak untuk dipublikasikan. Misalnya agar dibuat film singkat (filler). Untuk selanjutnya diunggah di media sosial seperti youtube, twitter, facebook dan lain-lain agar masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapat informasi tentang TNI.

“Publikasi video jurnalistik merupakan  konstribusi nyata dalam pembentukan opini guna membangun, memelihara dan meningkatkan citra TNI,” ujarnya.

Terselenggaranya pelatihan ini tidak terlepas dari bantuan Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (Senakki) melalui tenaga pengajarnya yang telah mentransfer ilmu dan pengalamannya kepada para peserta.

Untuk itu, Kapuspen TNI mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Senakki beserta tenaga pengajar dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolda Riau Bakal Kaji Ulang SP3 Karhutla


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler