KASAD: Di Mana Letak Kesalahan Dokter Terawan?

Kamis, 05 April 2018 – 06:48 WIB
Dokter Terawan Agus Putranto SpRad. Foto: JPG

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Mulyono mempertanyakan langkah Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang memecat sementara dr Terawan Agus Putranto SpRad dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu dipecat sementara lantaran dianggap melakukan pelanggaran etik berat.

BACA JUGA: Usul Fahri Hamzah untuk Solusi Persoalan dr Terawan

Karena itu Jenderal Mulyono menantang IDI menunjukkan bukti konkret kesalahan yang dilakukan Dokter Terawan.

"Lho sekarang yang salah di mana? Tunjukan Dokter Terawan kesalahannya di mana? Kecuali yang diobati mati kabeh (semua-Red). Kalau yang diobati merasa nyaman enak sembuh berarti ilmunya bener," tegas Jenderal Mulyono di kompleks Istana Kepresidenan.

BACA JUGA: Kasus Dokter Terawan Harus Disikapi Secara Arif

Sebelumnya Terawan dikenal memiliki program pengobatan “cuci otak” atau brain flushing.

Pasien yang memiliki keluhan penyumbatan di pembuluh darah otak akan disembuhkan. Tindakan yang dilakukannya adalah intra arterial heparin flushing (IAHF).

BACA JUGA: Ibas: Dokter Terawan tak Doyan Duit, Tangani 40 Ribu Pasien

Singkatnya, sebuah alat akan dimasukkan melalui pembuluh darah di paha menuju pembuluh darah otak.

Melalui teknik pencintraan di ilmu radiologi, pembuluh yang tersumbat oleh gumpalan darah akan terlihat.

Lalu kemudian Terawan akan menyemprot obat yang mengakibatkan gumpalan akan luruh. Cara ini belakangan dinilai kontroversial di kalangan medis.

Namun, menurut Mulyono, masalah Dokter Terawan seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik dengan IDI tanpa harus melalui pemecatan.

"Kenapa tidak duduk bersama komunikasi dengan IDI. Tanyalah, Terawan kamu itu sebenarnya gimana sih. Itu duduk bersama kerja sama malah lebih bagus bukan otot-ototan masalah aturan," pungkas Mulyono. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dokter Terawan si Pakar Cuci Otak Dipersilakan Membela Diri


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler