Kasat Narkoba Polresta Jambi Dicopot Gegara Video Mak-Mak Viral, INW Bereaksi Begini

Jumat, 28 Juli 2023 – 00:12 WIB
Direktur Indonesia Narcotic Watch Budi Tanjung. Dok: INW for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Indonesia Narcotic Watch (INW) Budi Tanjung mengapresiasi pencopotan jabatan yang dilakukan terhadap Kompol Niko Darutama dari Kasat Narkoba Polresta Jambi.

Kompol Niko dicopot dari jabatannya setelah sejumlah mak-mak menggerebek tempat kampung narkoba tanpa ada campur tangan kepolisian.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Berkedok Warung di Taput

Menurut Budi, langkah tegas dan respons cepat Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono mencopot Kompol Niko patut diapresiasi.

"Keputusan Kapolda Jambi mecopot jabatan Kasat Narkoba Polresta Jambi merupakan langkah yang tepat. Langkah tegas Kapolda itu sebagai bentuk komitmen pimpinan Polri memberikan punishment bagi anggota Polri yang dinilai gagal memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Budi Tanjung di Jakarta, Kamis (27/7).

BACA JUGA: 3 Fakta Terbaru Soal Kasus Narkoba Bobby Joseph, Nomor 2 Penting Banget

INW menilai peristiwa penggrebekan markas narkoba oleh puluhan mak-mak di Kelurahan Rawasari, Alambarajo, Kota Jambi yang sempat viral beberapa hari lalu, telah mencoreng nama baik institusi kepolisian.

Sebab, lanjut Budi, tak bisa dipungkiri bahwa tindakan warga tersebut telah memunculkan berbagai penafsiran negatif di tengah masyarakat, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

BACA JUGA: Tegas, Irjen Adang Ginanjar Minta Anggota Polda Sulbar Menjauhi Narkoba

"Saya mendapat informasi beragam dari warga sekitar lokasi kejadian. Ada yang menyebutkan aparat hukum setempat terkesan membiarkan keberadaan tempat pesta narkoba itu," ujar pria yang karib disapa Butan itu.

"Ada juga warga yang menyebut bahwa polisi sebetulnya sudah tahu sejak lama tetapi dibiarkan saja. Jadi, polisi sebagai reprsentasi negara harus cepat hadir merespon setiap adanya tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat," sambung dia.

Menurut Butan, pencopotan jabatan Kasat Narkoba Polresta Jambi tidak cukup sampai di situ saja.

Kapolda Jambi juga harus mengusut lebih jauh lagi apakah ada oknum aparat lain yang kemungkinan telah melakukan pembiaran atas keberadaan markas narkoba tersebut.

"Tidak cukup hanya mencopot kasat narkoba, Kapolda Jambi juga harus memastikan apakah ada oknum aparat penegak hukum lain yang melakukan pembiaran bahkan mungkin membekingi keberadaan markas narkoba," tutur Budi. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap, Begini Modus Penyelundupan Narkoba 6,1 Kg dari Pantai Gading


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler