Kasus Covid-19 Kalbar Naik, Gubernur Sutarmidji Beri Surat Peringatan untuk 3 Daerah

Rabu, 21 April 2021 – 05:30 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson (ANTARA/Rudi)

jpnn.com, PONTIANAK - Kasus positif Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami peningkatan.

Pada Selasa (20/4), jumlah positif corona di provinsi itu bertambah 77 kasus.

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah 48, Mempawah dan Landak Masih Tinggi

"Sebanyak 77 kasus konfirmasi Covid-19 baru ini didapat dari hasil pemeriksaan 951 sampel, yang mana tujuh orang yang dirawat di RS," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson di Pontianak, Selasa (20/4).

Sebaran 77 kasus konfirmasi Covid-19 itu adalah Kota Pontianak sembilan, Kapuas Hulu dua, Kayong Utara satu, Ketapang 11, Kubu Raya lima, Mempawah satu, Sambas empat, Sanggau delapan, Sekadau dua, Landak dua, Sanggau enam, Bengkayang tujuh, Sintang 19.

BACA JUGA: Gubernur Sutarmidji Alokasikan Rp 1,4 Triliun Bangun Infrastruktur Kalbar

Sementara, kasus konfirmasi sembuh ada 59 orang.

Tersebar di Kota Pontianak enam orang, Kapuas Hulu 10, Kayong Utara empat, Bengkayang dua, Landak 15, Mempawah dua, Sambas dua, Sanggau empat, dan Ketapang 14.

BACA JUGA: Top! Kotak Vaksin Covid-19 Karya Anak Bangsa Diminati Negara-negara Lain

Hingga hari ini, total kasus konfirmasi di Kalbar 7.023 orang, sembuh 6.138 orang atau 87,39 persen, meninggal 42 orang atau 0,59 persen.

Harisson menambahkan untuk menekan makin tingginya kasus corona di Sintang, Sanggau, dan Ketapang, maka Satgas Covid-19 Kalbar yang dipimpin Gubernur Kalbar Sutarmidji telah mengeluarkan surat peringatan kepada tiga daerah tersebut agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar kota.

"Ya, melalui surat dengan nomor 445/3396/Dinkes Yankes terkait penanganan peningkatan kasus Covid-19 telah mengeluarkan surat peringatan kepada tiga kabupaten tersebut agar tidak melakukan perjalanan ke luar kota," tuturnya.

Menurutnya, Satgas Covid-19 Kalbar juga mengingatkan kepada tiga daerah tersebut untuk melakukan isolasi terhadap masyarakat dengan kasus CT di bawah 25, yang diawasi satgas desa setempat.

"Mereka juga kami ingatkan untuk gencar melakukan razia masker di tempat umum, selain memberhentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka,” ungkap dia.

Pihaknya juga mengimbau agar tiga darah ini bisa menerapkan work from home (WFH) dengan komposisi lima persen, membatasi jam malam dan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler