Departemen Kesehatan Negara Bagian Victoria, Australia, hari Selasa (13/10) mengumumkan 12 kasus baru virus corona dan satu kematian dalam 24 jam terakhir.

Rata-rata kasus baru selama 14 hari di Melbourne sekarang berada di angka 10, yang naik dari 9,9 kemarin, dan sekarang ada 13 kasus dengan sumber yang tidak diketahui.

BACA JUGA: Takut COVID-19, Singapura Perketat Aturan Bagi Pelancong Malaysia

Tidak ada kasus baru yang dilaporkan di kawasan regional Victoria.

Pasien yang meninggal dunia adalah seorang pria berusia 70-an yang terkait dengan kasus di panti jompo, menjadikan jumlah kematian pandemi Victoria 811 orang.

BACA JUGA: Politisi Australia Disoroti Karena Kekasihnya Terseret Kasus Korupsi

Sekarang ada 186 kasus virus corona aktif di negara bagian ini, termasuk lima orang di wilayah Mitchell Shire, di utara Melbourne.

Dua dari kasus baru hari ini terkait dengan wabah yang ada dan sembilan kasus lainnya untuk "sementara dikaitkan" dengan wabah tersebut, kata pemimpin negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews.

BACA JUGA: Hasil Penelitian Terbaru: Covid-19 Bisa Bertahan Hingga 28 Hari, Rajinlah Cuci Tangan

Kasus lainnya, di wilayah Geelong, masih dalam peninjauan namun diyakini tidak menular.

Pejabat Tertinggi Bidang Medis di Victoria Brett Sutton memuji kinerja pelacakan kontak negara bagian itu, dengan mengatakan Victoria telah melampaui pedoman nasional.

Ketika ditanya mengapa orang tanpa gejala yang kemungkinan terpapar COVID-19 di Kilmore diminta untuk dites, tetapi orang tanpa gejala yang terkait dengan wabah di Pusat Perbelanjaan Chadstone tidak, Sutton mengatakan bahwa ada pendekatan yang berbeda yang bekerja dalam konteks situasi yang berbeda pula.

"Sebuah pendekatan untuk menguji setiap orang tanpa gejala dalam situasi tertentu, ketika ada puluhan ribu yang datang setiap hari, tidak sepadan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dan belum tentu menjadi pendekatan yang proporsional," katanya.

"Ada orang yang diketahui positif dengan paparan biasa di Kilmore, jadi secara epidemiologi sangat jelas ada orang yang menularkannya, orang yang sangat menular di tempat itu, dan mereka pergi ke sana." Video: Brett Sutton says Victoria is going "above and beyond" contact tracing requirements. (ABC News)

 

Dalam rencana peta jalan (roadmap) untuk membuka kembali aktivitas di Melbourne, untuk langkah pelonggaran berikutnya, target rata-rata kasus harian dalam 14 hari bergulir, adalah lima atau lebih rendah. Kasus misterius juga ditargetkan paling banyak lima kasus.

Kemarin, Daniel Andrews mengisyaratkan penyesuaian target jumlah kasus tersebut, karena angka rata-rata kasus baru selama 14 hari bergulir cenderung tidak bergerak.

Daniel Andrews mengatakan, angka target mungkin harus dipertimbangkan ulang jika pada kenyataannya memakan jangka waktu yang sangat lama untuk mencapainya.

Dia akan mengumumkan pada hari Minggu langkah selanjutnya menuju pembukaan kembali, setelah sebelumnya mengatakan bahwa batas perjalanan 5 kilometer dan pembatasan aktivitas luar ruangan serta sosialisasi sedang dievaluasi ulang. External Link: DHHS tweet

 

Epidemiolog Catherine Bennett dari Deakin University berpendapat bahwa Pemerintah harus mengalihkan fokusnya ke angka kasus "misterius", daripada berkonsentrasi pada rata-rata angka kasus 14 hari bergulir dalam menyesuaikan tahapan yang akan dilakukan.

Profesor Bennett mengatakan rendahnya jumlah kasus yang "sedang diselidiki" menunjukkan bahwa Melbourne siap untuk pindah dengan aman ke fase pembukaan kembali berikutnya. External Link: Victoria's roadmap to reopening

  Ribuan tutor untuk membantu siswa di tahun 2021

Sementara itu, Pemerintah Victoria juga mengumumkan akan mempekerjakan lebih dari 4.100 tutor sekolah untuk membantu lebih dari 200.000 siswa pada tahun ajaran 2021.

Menteri Pendidikan James Merlino mengatakan telah menganggarkan A$250 juta termasuk A$209,6 juta untuk sekolah umum dan A$30 juta untuk siswa kurang mampu di sekolah non-pemerintah.

Pemerintah juga akan menyisihkan A$8,6 juta untuk merekrut 60 pekerja untuk membantu siswa yang sehari-hari memakai Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.

"Ini untuk mengembalikan kecepatan belajar anak-anak, karena kami tahu bahwa sekitar satu dari lima anak akan tertinggal di belakang, bahkan bila tidak ada pandemi," kata Merlino.

"Mereka telah berjuang dengan pembelajaran jarak jauh. Jadi, kami merekrut sekarang dan kami akan menerapkannya mulai semester satu tahun depan." Premier berada di bawah tekanan atas kegagalan karantina hotel

Oposisi Negara mengatakan akan mengajukan mosi tidak percaya pada Daniel Andrews ketika Parlemen kembali bersidang hari ini.

Oposisi tidak memiliki angka untuk meloloskan mosi tersebut, tetapi Pemimpin Oposisi, Michael O'Brien, meminta anggota parlemen dari Partai Buruh untuk mendukung langkah tersebut.

"Sangat jelas bahwa banyak anggota parlemen dari Partai Buruh yang secara pribadi sangat kritis terhadap Pemerintah," katanya.

"Banyak anggota parlemen dari Partai Buruh memahami bahwa Premier telah mengecewakan mereka, telah mengecewakan warga Victoria.

"Pertanyaannya adalah, apakah mereka siap untuk membayar ongkos dari suara mereka, dan apakah mereka siap untuk memberikan suara mereka sesuai dengan kepentingan Victoria?"

Partai Hijau menggambarkan mosi itu sebagai sebuah atraksi, dan pemimpin partai Samantha Ratnam menuduh Partai Liberal menggunakan "politik gaya Trump".

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Filipina Usulkan 16 Tahun Batas Usia Legal untuk Berhubungan Badan

Berita Terkait