KBRI: TKI Terlibat Perampokan Ditembak Mati

Senin, 26 Februari 2018 – 10:33 WIB
TKI

jpnn.com, SAMPANG - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia memastikan dua TKI asal Sampang yang tewas ditembak polisi dua bulan lalu terlibat kasus perampokan.

Hal tersebut disampaikan Agus Badrul Jamal, koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI di Malaysia, kemarin (25/2).

BACA JUGA: TKI Meninggal di Korea Selatan

Dia menyatakan, berdasar informasi yang diterima dari kepolisian Malaysia, dua TKI asal Sampang tersebut ditembak mati karena tertangkap tangan melakukan perampokan di wilayah Shah Alam.

KBRI lalu mencari ahli waris korban dengan melibatkan LP3TKI Surabaya.

BACA JUGA: Ke Malaysia, Jokowi Ingatkan WNI Harus Punya Paspor

Hasilnya, KBRI menemukan ahli waris dua TKI itu di Sampang.

''Mereka merampok dengan menggunakan senjata. Ditembak karena melawan polisi,'' kata Agus.

BACA JUGA: Presiden Hadiri Annual Consultation RI-Malaysia ke-12

Setelah keluarga ditemukan, KBRI meminta ahli waris datang langsung ke Malaysia untuk menjalani tes DNA.

Itu merupakan permintaan polisi Malaysia. Namun, pihak ahli waris tak menghendaki hal itu.

''Karena tak mau hadir langsung ke Malaysia, prosesnya lama,'' terang dia.

KBRI memastikan lebih dahulu ahli waris yang benar-benar berhak mengklaim jenazah kepada BNP2TKI, Kemenlu, dan LP3TKI Surabaya.

Dengan demikian, kedua jenazah TKI bisa dipulangkan ke Sampang pada Sabtu (24/2).

Kepala Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, Sampang, Ach. Sabra'i menegaskan, penanganan dua jenazah TKI yang meninggal di Malaysia karena ditembak itu sangat lamban. Lebih dari dua bulan jenazah dibiarkan di Malaysia.

''Kami harap penanganan jenazah tak terbengkalai,'' ujarnya.

Dia juga meminta kepada pemerintah Indonesia supaya segera mengurus kebenaran dugaan kasus yang disangkakan kepada dua TKI itu.

Sebab, dari keterangan beberapa saksi di Malaysia, korban dijebak.

Ani, 70, ibu salah satu korban, berharap mendapat keadilan. Selama ini anaknya dikenal sebagai orang baik.

Menurut dia, semestinya pemerintah bisa memulangkan jenazah lebih cepat.

''Mohon dimaafkan segala kesalahan anak saya. Semoga dia mendapat tempat di sisi Allah,'' ucapnya.

Untuk diketahui, dua TKI asal Sampang yang ditembak polisi Malaysia atas dugaan perampokan di wilayah Shah Alam tersebut adalah Muhammad Hoddin, 35, warga Ketapang, dan Syamsul Bahri, 36, warga Karang Penang. (rus/hud/c5/end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 4 Tahun Jadi TKI di Malaysia, Sekali Pulang Dalam Peti Mati


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler