Kebut Lima Fly Over agar Bisa Digunakan saat Lebaran

Senin, 09 Januari 2017 – 22:22 WIB
Foto/ilustrasi: Radar Tegal

jpnn.com - jpnn.com - Pemerintah terus mengebut pembangunan jalut tol Trans Jawa. Targetnya, tol dari Jakarta sudah tersambung hingga Semarang dan bisa digunakan pada mudik Lebaran nanti.

Hanya saja, ada kendala dalam hal pembebasan tanah. Selain itu, di Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah juga ada persoalan dalam hal pembangunan lima fly over.

BACA JUGA: Mudik 2017, Jakarta-Semarang Sudah Bisa Lewat Tol

Dari kelima faly over yang akan dibangun, tiga di antaranya berada di Kabupaten Brebes. Yakni perlintasan Dermoleng di Ketanggungan, Kretek di Kecamatan Paguyangan, serta Karangsawah di Kecamatan Tonjong.

Sedangkan dua lainnya di Kabupaten Tegal. Yakni di Klonengan, Kecamatan Margasari dan Karanganyar di Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari.

BACA JUGA: Hati-Hati, Banyak Lubang di Pantura Tegal

Hanya saja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) membatalkan pembangunan flyover di Karangsawah Kecamatan Tonjong. Pasalnya, selain tanah di daerah sekitarnya tanah labil, juga terdapat jalan alternatif yang sewaktu-waktu bisa digunakan terjadi kemacetan di perlintasan kereta tadi.

Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kemenpupera, Achmad Ghani Ghazali mengatakan, molornya pembangunan fisik fly over lantaran terkendala pembebesan lahan masyarakat.

BACA JUGA: Rencana Razia PSK Diduga Bocor, Beginilah Hasilnya

"Pembebasan lahan masyarakat sangat sulit. Sehingga pembangunan fisik baru dimulai Desember akhir ini," kata Achmad Ghani di Brebes, sebagaimana diberitakan radartegal.com.

Namun, kata dia, pada pekan ini pembangunannya sudah dimulai. Dia optimistis meskipun proyek pembangunan fly over molor dari jadwal, namun pada saat mudim mudik Lebaran nanti sudah bisa digunakan.

"Bisa lah. Kami optimitiss flyover sudah bisa fungsional pada mudik 2017, biar ngga ada masalah lagi," tegasnya.

Pembangunan fly over diperkirakan akan menelan dana Rp 620 miliar. Dengan adanya fly over itu maka kepadatan kendaraan di perlintasan sebidang rel kereta api bisa dihindari.

Dari data Kemenpupera, pada hari biasa saja terdapat 72 kali kereta yang melintas di jalur Tegal-Purwokerto. Jika setiap kereta melintas membutuhkan waktu penutupan jalan hingga lima menit, maka akumulasinya dalam sehari mencapai enam jam.

Terlebih lagi, pada saat Lebaran karena ada kereta tambahan. Sehari terdapat sekitar 92 kali kereta yang melintas. (muj/zul/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga, Legislator PPP Dinyatakan Terbukti Berzina


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler