Kejadian di Magelang, Komjen Agus Andrianto Sebut Nama Allah

Senin, 15 Agustus 2022 – 09:06 WIB
Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap berjaga di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Komplek Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (9/8). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kejadian di Magelang, Jawa Tengah sepertinya menjadi hal yang tak terpisahkan dari misteri motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Pada Kamis, 11 Agustus 2022, Irjen Ferdy Sambo membuka sedikit alasannya merencanakan pembunuhan Brigadir J.

BACA JUGA: Brigadir J Ditembak Gara-Gara Kejadian di Magelang? Ada Cerita dan Fotonya

Kepada penyidik yang memeriksa dia di Mako Brimob, si dalang Ferdy menyebut emosinya membuncah setelah mendapat laporan di Magelang dari istrinya Putri Candrawathi soal kelakuan Brigadir J. Entah apa.

Kejadian di Magelang itu mungkin sama dengan yang dimaksud Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

BACA JUGA: Apa Status Putri Candrawathi Setelah Laporannya Disetop Polisi?

Pada Senin, 1 Agustus 2022, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya mendapatkan fakta dan dokumen setelah memeriksa ajudan dan asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo.

"Salah satu yang membuat (data) ini kaya misalnya terkait apa yang terjadi di Magelang," kata Anam saat itu.

BACA JUGA: Terbongkar, Perjanjian Antara Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan KM, Soal Rp 2 Miliar

"Kami ditunjukkan dokumen foto. Enggak bisa kami tampilkan karena harus kami verifikasi," imbuhnya.

Magelang kembali disebut dalam upaya mengungkap kasus ini.

“Tim sedang ke Magelang untuk menelusuri kejadian di sana secara utuh agar kejadian bisa tergambar," tutur Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto di Jakarta kemarin.

Menurut Agus penyidik akan mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan.

Sebagaimana diketahui, sebelum penembakan terjadi di tempat kejadian perkara (TKP) rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Duren Tiga Nomor 46, Jakarta Selatan, Jumat (8/7), para tersangka, saksi, dan juga korban baru pulang perjalanan dari Magelang.

“Rangkaian peristiwanya begitu. Enggak bisa kami hilangkan. Apa yang terjadi ya Allah, almarhum, dan Ibu PC (yang tahu). Pak FS dan saksi-saksi lainnya seperti Kuat, Ricky, Susi, dan Richard hanya bisa menjelaskan sepengetahuan mereka,” kata Agus.

Jenderal bintang tiga kelahiran Blora, 16 Februari 1967 itu mengatakan tim penyidik tidak membawa Putri Candrawathi ke Magelang.

“Semoga segera bisa dituntaskan,” kata Agus.

Penyidik telah menetapkan empat orang tersangka pembunuhan Brigadir J, yakni Irjen FS, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf alias KM. (jpnn/antara)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler