Kelengkapan Berkas Pelamar CPNS Ditenggat 22 September

Sabtu, 20 September 2014 – 01:08 WIB

jpnn.com - TARAKAN - Hingga batas akhir penerimaan berkas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pemerintah Kota Tarakan, terpantau sekitar 2.224 orang telah mendaftarkan diri melalui website.

Namun baru  2.059 berkas yang telah diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tarakan. Sehingga, ada sekitar 165 pendaftar hingga batas akhir penerimaan berkas belum mengirimkan berkasnya ke BKD Tarakan.

BACA JUGA: Ritual Bakar Tongkang, Kearifan Lokal Masyarakat Tionghoa di Bumi Melayu

Disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah(BKD) Kota Abdul Azis Hasan, BKD telah menutup masa penerimaan berkas, terkecuali beberapa berkas yang dinilai belum lengkap diminta untuk kembali melengkapi hingga batas akhir, Senin (22/9).

“Hingga 19 September, yang telah mendaftar melalui website sebanyak 2.224. Berkas masuk melalui kantor pos 2.059, dengan hasil verifikasi berkas lengkap atau memenuhi syarat sebanyak 1.828. Berkas tidak lengkap sekitar 69, berkas tidak memenuhi syarat 162,” rincinya.

BACA JUGA: Ketua DPC Partai Demokrat Palu Tersangka

Dari hasil pemeriksaan tersebut, 69 berkas dinyatakan tidak lengkap, seperti belum melegalisir Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai persyaratan yang harus dipenuhi dan lainya. Sehingga yang bersangkutan masih diberikan waktu oleh BKD Tarakan untuk melengkapi berkas hingga Senin lusa.

Diasumsikan, jika 69 berkas yang dinyatakan belum lengkap, namun Senin sudah lengkap, maka total berkas lengkap nantinya sebanyak 1.897.

BACA JUGA: Kabut Asap, Penerbangan di Hang Nadim Kacau Balau

“Jika berkas sudah lengkap sesuai batas waktu yang ditentukan barulah mereka dapat mengikuti ujian,” jelasnya.

Terkait pendistribusian kartu ujian, BKD telah mencetak sebayak 1.828. Sekitar 305 kartu ujian tes CPNS belum diambil pemiliknya, rata-rata pendaftar dari luar Tarakan.

Meski demikian pihak BKD Tarakan memberi beberapa kemudahan salah satunya memperlonggar waktu pengambilan bahkan sehari sebelum ujian peserta tes CPNS masih diperkenankan mengambil kartu ujiannya.

“Kami kasih batas waktu pengambilan sehari sebelum ujian. Selama ini kami berupaya mempermudah pelayanan. Jangan sampai hanya mengambil kartu ujian orang harus keluar biaya bolak-balik,” akunya.

Untuk jadwal ujian, semula direncanakan 22 September, dan harus mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Namun karena sampai saat ini BKD Tarakan belum mendapat jawaban terkait jadwal tersebut, sehingga belum lama ini dilakukan rapat kembali dan jadwal diajukan kembali pada 6 Oktober.

Selain itu, dalam waktu seminggu sebelum 6 Oktober perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk kelayakan tempat hingga peralatan jaringan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Kita minta pada BKN-RI pelaksanaan ujian CPNS Tarakan digelar 6 Oktober, jika pengajuan kami disetujui. Paling tidak tanggal 1 kita sudah siap pemasangan Computer Assisted Test (CAD) untuk kemudian diperiksa oleh tim dari BKN-RI,” jelasnya.

Untuk spesifikasi yang akan digunakan dalam ujian CPNS Tarakan telah ditentukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Spesifikasi komputer yang akan dipakai minimal Core-2 Duo (Duos Processor Red).

Dari hitungan BKD dari semua berkas yang masuk, 165 orang mendaftarkan diri melalui website resmi penerimaan CPNS. Namun hingga kini berkasnya belum diterima BKD Tarakan. (dsh/ica)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kontraktor tak Penuhi Tuntutan, Warga Blokir Jalan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler