Kembangkan Tekhnologi, PLN Gandeng ITB dan ITS

Kamis, 24 November 2011 – 13:58 WIB

JAKARTA--Untuk meningkatkan kemampuan pendidikan dan penelitian serta penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya pengelolaan ketenagalistrikan secara optimal PT PLN (Persero) gandeng dua perguruan tinggi terkemuka yakni Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS ) dan Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kerjasama ini ditandai telah ditandatangani Nota Kesepahaman yang dilakukan Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji dan Rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono, DEA serta Rektor ITB, Prof Akhmaloka PhD di Kantor Pusat PLN, Kamis (24/11).

Penandatanganan MoU ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dibina bersama antara PLN dengan ITB dan ITSKhusus dengan ITB sudah berlangsung sejak tahun 2005 lalu, sementara dengan ITS dilakukan pada tahun 2009.

"Tujuan kerjasama PLN dengan kedua Institut ini guna menunjang proses pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi bangsa dan negara pada umumnya serta kepentingan ketenagalistrikan nasional khususnya," ucap Dirut PLN, Nur Pamudji.

Dijelaskan Pamudji, ada suatu pekerjaan besar yang memerlukan kajian bersama dengan Perguruan Tinggi seperti ITB dan ITS, khususnya Teknologi Reverse Engineering yang bertujuan untuk meningkatkan aviability dan reliability Unit Pembangkit

BACA JUGA: PGRI Minta Otonomi Pendidikan Dievaluasi



" Manfaat yang didapat di dalam pengembangan program bersama Reverse Engineering, baik untuk kepentingan PLN maupun kepentingan Perguruan Tinggi antara lain, mendapatkan material yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, hemat devisa, penggerak industri nasional, penyerapan tenaga kerja yang besar yang secara langsung juga dapat menyiapkan SDM untuk kepentingan industri Dalam Negeri," terangnya.

Di samping Reverse Engineering menurut dia, dimungkinkan adanya kerjasama yang meliputi antara lain pekerjaan seperti Redesign, Remanufacturing, Remaining Life Assesment, Destructive Test/Non Destructive Test (DT/NDT) dan Root Cause Failure Analysis (RCFA)


"Di dalam Roadmap Teknologi PLN telah dicanangkan bahwa tahun 2010 – 2013, PLN memasuki fase pertama yaitu peningkatan keandalan dan efisien, sementara fase 2 yaitu tahun 2014 – 2017 merupakan fase untuk peningkatan efisiensi dengan teknologi baru dan fase 3 yaitu tahun 2018 – 2021 merupakan fase Teknologi Ramah Lingkungan," ungkap alumni ITB tersebut.

Ditambahkannya, di dalam menjalani fase-fase yang telah ditetapkan tersebut, diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak termasuk juga dengan perguruan tinggi seperti ITB dan ITS

BACA JUGA: Kuota 2.700, Masih Terserap 327 Orang

"Banyak pekerjaan dan penelitian yang harus dilakukan di masa mendatang
Diharapkan kerjasama ini membuahkan hasil yang maksimal dan dan win-win solution," pungkasnya

BACA JUGA: Larangan Biaya Kuliah Ratusan Juta Segera Terbit

(Yud/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendikbud Dorong Karya Siswa SMK Diproduksi Massal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler