Kemendikbud Gelar Festival Budaya Saman 2018

Selasa, 02 Oktober 2018 – 22:28 WIB
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid membuka secara resmi Festival Budaya Saman (FBS) di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (2/10). Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Festival Budaya Saman (FBS). Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid berharap tahun depan Festival Saman harus lebih marak lagi.

“Harus lebih semarak lagi. Kalau perlu sampai tiga bulan,” ujar Hilmar saat membuka secara resmi FBS di Kantor Kemendikbud, Selasa (2/10).

BACA JUGA: Butuh Tiga Tahun Perbaiki 250 Ribu Ruang Kelas

Saman telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO. FBS ini, menurut Hilmar, dimaksudkan sebagai perayaan atas kelestarian ekosistem pertunjukan Saman di Kabupaten Gayo Lues. Hal tersebut ditandai dengan bertahannya tradisi berlatih dan mempertunjukan Saman di setiap kampung, hingga hari ini. Terutama pada setiap hari raya Idulfitri, Iduladha dan Maulid Nabi.

“Saman bukan lagi hanya merupakan pertunjukan khas Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat dan hari-hari besar agama Islam. Pertunjukan Saman kini dikenal dan dikagumi penonton Nusantara, bahkan dunia," tuturnya.

BACA JUGA: Kemendikbud Bakal Perketat Proses Rekrutmen Guru

Saman mulai pula ditampilkan di berbagai kesempatan dan keperluan dalam konteks kehidupan masa kini, antara lain dalam acara-acara resmi, acara keluarga, atau dalam pembukaan festival. Bahkan, UNESCO menetapkan Saman sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Indonesia melalui rapat Komite Antar Negara di Bali, 24 November 2011 lalu.

Rangkaian Pembukaan FBS 2018 tersebut akan diteruskan dengan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT), mengambil topik “Menuju Saman Centre di Garo Lues. DKT ini bertujuan untuk mengadakan kajian dan pembacaan bersama atas isu-isu terkait pengembangan Saman, baik yang langsung berkaitan dengan rencana pengembangan Saman Center, maupun yang berhubungan dengan penerapan produk pertunjukan Saman secara luas di Indonesia dan dunia.

BACA JUGA: Ebiet dan Glenn Fredly Raih Penghargaan Maestro Seni Tradisi

DKT akan diikuti oleh partisipan yang terdiri atas praktisi seni, dosen dan guru seni budaya, mahasiswa, birokrat, senator, tokoh mayarakat Gayo Lues, jurnalis, penulis, serta pengamat dan peneliti seni.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Target Wajib Belajar 12 Tahun Lebih Mudah dengan Sistem Ini


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler