Kemendikbudristek Siapkan Rencana Besar untuk Para Guru Penggerak

Rabu, 18 Mei 2022 – 22:15 WIB
Kemendikbudristek Siapkan Rencana Besar untuk Para Guru Penggerak. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) kembali digelar. Kali ini, 8.105 guru yang mengikuti program akan menjadi angkatan ke-5 dari PPGP. 

Calon guru penggerak akan menjalani pendidikan selama enam bulan dan dibekali dengan kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi.

BACA JUGA: Mbak Rerie: Program Pendidikan Guru Penggerak Harus Berkelanjutan dan Terukur

Pada program ini, calon guru penggerak akan didampingi oleh 1.504 pengajar praktik, 28 fasilitator, dan 50 instruktur.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga (GTK) Kependidikan, Kemendikbudristek Iwan Syahril mengaku bisa merasakan bagaimana semangat tumbuh dari kisah-kisah inspiratif para calon guru penggerak serta pengajar praktik yang sudah ditemuinya. 

BACA JUGA: Janji Manis Nadiem Makarim untuk Seluruh Guru Penggerak, Enggak Main-Main, Menggiurkan

"Saya melihat ada kekuatan baru hadir dari dalam diri Bapak, Ibu guru untuk berbuat dan berkontribusi memberikan yang terbaik untuk pendidikan anak bangsa,” ujarnya saat membuka PPGP ke-5, Rabu (18/5). 

Program Pendidikan Guru Penggerak, lanjut Iwan, merupakan upaya pemerintah menghidupkan kembali semangat, daya juang, dan pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam membangun ekosistem pendidikan Indonesia yang Merdeka Belajar dan selalu berpihak pada murid. 

BACA JUGA: Program Guru Penggerak era Nadiem Jadi Angin Segar Bagi Dunia Pendidikan Nasional

"Guru penggerak adalah harapan kami untuk menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran yang akan menggerakkan roda-roda transformasi pendidikan di Indonesia,” tutur Iwan. 

Melalui PPGP, kata Iwan, pemerintah berupaya untuk mengubah paradigma kepemimpinan pendidikan Indonesia, dari yang berfokus pada administrasi pendidikan ke pembelajaran murid. 

Melalui program ini, lanjutnya, Kemendikbudristek berharap lahir generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia.

Pemimpin-pemimpin pendidikan yang memandang anak dengan rasa penuh hormat, pemimpin-pemimpin yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya sebagai kepala sekolah, pengawas sekolah, atau bentuk kepemimpinan pendidikan lainnya.

Untuk itu, PPGP dihadirkan  untuk melahirkan pemimpin pendidikan yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik.

Murid-murid Indonesia menurut Iwan, adalah pembelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila. Sementara itu, guru berperan untuk melahirkan Profil Pelajar Pancasila. 

Iwan berharap, melalui PPGP ini, para peserta dapat menjadi mentor untuk pendidik lain serta dapat menularkan semangat dan membagikan praktik baik keilmuannya dalam pengembangan potensi guru-guru lain. 

"Guru penggerak percaya bahwa perubahan perlu dilakukan bersama-sama sehingga seluruh ekosistem pendidikan berdaya," pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler