Kemenhub Poles Bandara di 3 Daerah Ini

Senin, 05 Februari 2018 – 12:33 WIB
Runway di sebuah bandara. Foto/Ilustrasi: JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Sabtu, (3/2) lalu mengadakan rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direksi Airnav Indonesia di JATSC, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.

Pada rapat tersebut dibahas tentang pengembangan bandara di tiga lokasi dengan tingkat kepadatan Bandara tertinggi di Indonesia yakni Jakarta, Bali dan Papua.

BACA JUGA: Seperti ini Upaya Pemerintah Tingkatkan Daya Tampung Cargo

“Kami rapat untuk mendengar rencana improvement dari Airnav di tiga lokasi, yaitu Jakarta, Bali dan Papua. Ini karena tiga lokasi ini adalah lokasi yang penting dengan tingkat kepadatan yang tinggi,” sebut Budi.

Untuk Jakarta, Budi mengatakan telah banyak hal yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan pergerakan pesawat. Salah satu pengembangan yang akan dilakukan yaitu pembangunan landasan pacu (runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta. Dengan adanya runway tiga ini maka akan didapatkan pergerakan pesawat (movement) yang semakin tinggi yakni di atas 100 pergerakan pesawat per jam.

BACA JUGA: Perusahaan Transportasi Online Sukses Kelabui 3 Kementerian

Panjang runway 3 rencananya adalah 3000 meter. Runway 3 ini sendiri nantinya tidak akan independen, karena jarak dengan runway 2 hanyalah sekitar 550 meter. Pembebasan lahannya Menhub menyebut akan diselesaikan April.

Sedangkan, proses pembangunan sendiri telah dimulai dengan pembangunan taksi way yang akan menghubungan runway 3.

BACA JUGA: Dana APBN Terbatas, Menhub Deregulasi Sejumlah Aturan

Sedangkan untuk di Bali, guna persiapan menghadapi IMF Meeting bulan Oktober, juga akan ada beberapa perbaikan yang dilakukan oleh Angkasa Pura I seperti perbaikan parking stand dan pengaturan pergerakan pesawat yang lebih baik. Sehingga diharapkan pergerakan pesawat di Bandara Ngurah Rai yang tadinya 28 menjadi 35 pergerakan.

“Diperkirakan untuk acara tersebut sampai akan ada pergerakan pada satu hari di hari H sebanyak 100 movement. Dari perhitungan kami, ada ruang sampai 300 movement jadi sebenarnya tidak ada masalah mengenai movement itu sendiri, tapi kita memang akan mendayagunakan untuk pesawat-pesawat yang round atau menginap, tidak mungkin kita memarkir pesawat. Karenanya ada beberapa bandara di sekitar Bali yang kita pergunakan. Ini memang suatu hal yang penting karena hari-hari itu adalah hari yang penting untuk promosi pariwisata khususnya di Bali,” ungkap Menhub.

Jika di Jakarta dan Bali ini berkaitan dengan level of service, maka menurut Budi yang ada di Papua adalah level of safety. Mengingat masalah safety di Papua belum maksimal. Di Papua selain meningkatkan alat-alat, membuat rute dan lain sebagainya, juga harus menggunakan dua bandara lain yakni Timika dan Dekai sebagai titik berangkat ke bandara-bandara lainnya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satu Bulan Berjalan, Program DPM Sudah Lantik 3.191 Peserta


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler