Kemenkominfo Mengajak Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Menjaga Keamanan Digital

Selasa, 15 Agustus 2023 – 19:13 WIB
Pembekalan literasi digital dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) UPN “Veteran” Yogyakarta tahun 2023. Foto dok. Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) mengajak mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta ikut menjaga keamanan di dunia digital. Hal ini sekaligus merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan indeks literasi digital, khususnya pada pilar digital safety.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemkominfo Boni Pudjianto mengungkapkan sesuai Indeks Literasi Digital Nasional tahun 2022, pilar digital safety ini memiliki indeks terendah dibandingkan pilar lain, yaitu 3,12.

BACA JUGA: Kemenkominfo Ajak Ribuan ASN di Riau Membangun Literasi Digital

"Oleh karena itu, mahasiswa menjadi garda terdepan untuk menjaga keamanan di dunia digital. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga masyarakat,” ujar Boni Pudjianto saat memberikan pembekalan literasi digital dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) UPN Veteran Yogyakarta tahun 2023 baru-baru ini.

Boni Pudjianto menambahkan saat ini masih banyak kejahatan yang terjadi di dunia digital. Tidak hanya pada sisi konten negatif, tetapi kejahatan digital modusnya pun makin beragam.

BACA JUGA: Misteri Suara Dentuman di Sumenep, BMKG Kantongi Data Seismograf

“Kejahatan dunia digital ini sekarang marak dengan berbagai teknik. Dari yang sifatnya fisik, scamming, bahkan social engineering. Jadi, penting untuk berhati-hati,” tuturnya.

Oleh karena itu, Boni pun menjelaskan setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan para mahasiswa untuk meningkatkan keamanan digital. Pertama, mereka perlu mengamankan perangkat digital yang digunakan.

BACA JUGA: 3 Panja RUU ASN Pastikan Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Lebih Mudah, Belum Percaya Lagi?

Yang paling sederhana adalah saat login ke perangkat digital yang adik-adik gunakan. Penting untuk menjaga akun secara rutin, mulai dari mengubah password secara rutin dan menghindari menggunakan satu password untuk semua akun.

Yang kedua, lanjutnya, mengamankan identitas digital. Penting untuk menjaga data identitas yang dipakai di ruang digital agar tidak digunakan orang lain.

"Kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya akun anda dicuri, maka harus segera lakukan upaya pengamanannya,” ujar Direktur Boni.

Kemudian, para mahasiswa juga diminta untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan di dunia digital. Serta mahasiswa diimbau untuk berhati-hati dengan rekam jejak digital.

Selain jangan sampai terkena modus penipuan digital, mahasiswa juga harus berhati-hati dalam mengunggah konten.

"Jangan yang mengandung hal negatif karena akan ada tuntutan hukumnya dan jejak digitalnya akan sulit dihapus,” sebut Direktur Boni.

Selain empat hal tersebut, dia juga mengimbau agar mahasiswa lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital, seperti pishing, scam, skimming, data forgery, dan sebagainya. Serta melakukan pengamanan agar tidak terkena modus tersebut.

Penting untuk mengaktifkan two-factor authentication di perangkat kita untuk menghindari pishing. Lalu, jangan mudah memberikan kode one-time password (OTP) kita kepada orang lain serta jangan asal mengunduh aplikasi atau mengunjungi website yang tidak jelas untuk menghindari scam atau penipuan.

Di akhir pemaparannya, Direktur Boni pun mengajak para mahasiswa untuk aktif melaporkan konten negatif maupun modus kejahatan yang mereka temukan di dunia digital. Menurutnya, hal itu juga termasuk salah satu cara untuk ikut menjaga keamanan digital.

"Silakan adukan. Bisa melalui kanal yang Kominfo miliki, seperti aduankonten.id, aduannomor.id dan cekrekening.id,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta M Irhas Effendi mengatakan memberikan literasi digital kepada mahasiswa baru merupakan langkah strategis. Sebab, mereka bisa menjadi ‘agen’ untuk menyebarkan literasi digital ke masyarakat.

"Mahasiswa memang harus dibekali literasi digital yang baik. Mereka bisa menjadi agen literasi digital karena mereka yang akan turun ke masyarakat melalui berbagai kegiatan akademik maupun sosial di kampus,” terangnya.

Mahasiswa, sambungnya, merupakan generasi muda yang akan menjadi pemimpin negara. Kalau mereka tidak paham dengan dunia yang sekarang berkembang, yaitu dunia yang bergerak ke arah digitalisasi, tentu mereka akan sulit untuk memegang peran bagi masa depan negara.

Irhas Effendi mengatakan saat ini UPN Veteran Yogyakarta juga tengah membahas untuk menjadikan literasi digital sebagai mata kuliah wajib universitas. Harapannya agar mahasiswa memiliki tingkat adaptif yang baik di era digital.

Dia berharap kerja sama antara UPN Veteran Yogyakarta dengan Kemkominfo bisa terus berlanjut, utamanya untuk menginternalisasi nilai-nilai literasi digital melalui perkuliahan.

"Harapannya nanti bisa terus bekerja sama dengan Kominfo dalam hal pengembangan mata kuliah maupun kurikulum terkait literasi digital ini,” pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler