Kementan Beri Bantuan ke Peternak Korban Bencana di Pacitan

Sabtu, 09 Desember 2017 – 20:32 WIB
Perwakilan Kementan berpose bersama usai memberikan bantuan secara simbolik kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan, Pamuji, Sabtu (9/12/2017). Foto: kementan for jpnn

jpnn.com, PACITAN - Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di Kabupaten Pacitan pada 29 November 2017 telah menyebabkan kerugian mencapai Rp 6,5 miliar di sub sektor peternakan di kabupaten tersebut.

Tercatat, total kematian ternak sapi sebanyak 150 ekor, kambing 1.961 ekor dan unggas 6.509 ekor.

BACA JUGA: Berkat Bantuan Mentan, Pemuda Ini jadi Jutawan

Kerusakan juga terjadi pada Sarana Prasarana seperti Gedung Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan (SPIB), N2 cair, Kontainer dan Semen Beku. Selain itu juga terjadi kerusakan pada hamparan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dengan total luas 127 ha.

Untuk meringankan kerugian peternak di daerah tersebut, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) langsung tergerak untuk memberikan bantuan kepada mayarakat yang terkena dampak banjir dan longsor.

BACA JUGA: Kementan Terus Gedor Perluasan Areal untuk Tanam Jagung

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kerugian peternak, serta memberikan semangat kepada peternak untuk memulai beternak lagi,” demikian ungkap Ketut saat memberikan bantuan secara simbolik kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan, Pamuji, Sabtu (9/12/2017).

Adapun rincian total bantuan yang diberikan Ditjen PKH Kementan, yaitu bantuan ternak berupa 39 ekor sapi, 40 ekor kambing, 5.000 DOD itik dan 1.500 DOC ayam. Kemudian, pakan berupa Hijauan Pakan Ternak 40,3 kg benih, 60.000 stek bibit, 40 ton rumput, silase sebanyak 10 ton dan 12 ton konsentrat.

BACA JUGA: Demi Stok Pangan Stabil, KPPU Sarankan Tiga Solusi

“Kementan juga memberikan bantuan obat-atan dan vaksin hewan sebanyak 273 botol obat-obatan, 406 botol vitamin, 350 kg mineral dan 120 botol desinfektan,” beber Ketut.

Pada kesempatan tersebut, Ditjen PKH juga mengirimkan tenaga medis kesehatan hewan untuk turun ke lapangan membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta menyerahkan bantuan berupa desinfektan, antibiotic, sepatu boots dan obat cacing.

“Untuk bantuan yang lainnya sebelumnya telah dikirim oleh masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah lingkup Ditjen PKH berupa konsentrat, vitamin, obat-obatan, benih indigofera dan mineral. Bantuan juga seperti benih rumput,” ujarnya.

Ketut berpesan agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini diharapkan dapat membantu untuk penatalaksanaan bangkai ternak dengan cara penyemprotandesinfektan dan disposal bangkai sesuai SOP. Selain itu juga memberikan bantuan pakan ternak terhadap masyarakat yang kehilangan hamparan hijauan pakan.

“Saya harapkan pelayanan kesehatan hewan secara terpadu terhadap ternak yang masih selamat terus dilakukan oleh Dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat,” harapnya.

“Pengamatan terhadap penyakit sebagai bentuk early warning system juga perlu dilakukan untuk mencegah adanya kemungkinan wabah penyakit hewan akibat dampak banjir”, tambahnya.

Selain itu, dengan diberikannya bantuan benih dan bibit Hijauan Pakan Ternak dari pemerintah ini, masyarakat akan segera dapat melakukan penanaman kembali HPT.

Pada kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita juga mengunjungi UPTD Puskeswan Kecamatan Pacitan yang terkena banjir hampir 1 meter.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Naik, Bulog Langsung Terjun ke Pasar


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler