Kementan Dorong Pemda Fasilitasi Poktan Bengkel Alsintan

Senin, 18 Februari 2019 – 07:06 WIB
Ilustrasi alsintan. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) berharap pemerintah daerah (pemda) memfasilitasi kelompok tani dalam memperbaiki alat mesin pertanian (alsintan) yang rusak.

Dengan demikian, bantuan alsintan berikutnya bisa dialokasikan ke daerah lainnya yang membutuhkan.

BACA JUGA: Realisasi Asuransi Usaha Tani Padi Sangat Positif

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, bantuan alsintan dari pemerintah 100 persen gratis. Namun, penerima bantuan wajib merawat alsintan.

"Bantuan alsintan ini untuk mengubah wajah pertanian. Jika selama ini bertani identik dengan sesuatu yang kotor, maka ke depan tidak lagi. Dengan alsintan, petani bisa langsung mengolah lahan secara modern. Kami berikan peralatan modern, tidak tradisional seperti cangkul, sabit atau semacamnya," ujar Sarwo Edhy, Minggu (17/2).

BACA JUGA: Ribuan Penyuluh THL TBPP Kementan Tidak Bisa Daftar PPPK

Sarwo Edhy mengatakan, kelompok tani hanya perlu membayar biaya bahan bakar minyak (BBM). Setelah alsintan digunakan, kelompok tani lainnya bisa turut  memakainya.

“Kelompok tani dan pemda setempat wajib memberikan perawatan. Jika diperlukan, pemerintah akan menurunkan lagi dan tidak dititipkan ke petani. Ini untuk menjaga perawatannya,” kata Sarwo.

BACA JUGA: Optimalkan Kinerja Alsintan, Kementan Manfaatkan GPS Tracking System

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung merespons keinginan Kementan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran  menyatakan, pihaknya menyiapkan bengkel keliling untuk alsintan.

"Pemerintah turut mendukung pengadaan bantuan alat mesin pertanian. Jika ada bagian alat mesin pertanian yang patah dan membutuhkan pengelasan, para petani atau kelompok tani bisa langsung kontak kami," kata Tisna.

Menurut Tisna, bengkel alat mesin pertanian walaupun penyediaannya sederhana, tetapi bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani.

"Di Dinas Pertanian ada UPTD Alat Mesin Pertanian dan pengembangan usaha. Unit bengkel ini kerjanya berkeliling dan ada penjadwalan. Unit bengkel keliling ini bisa datang ke lapangan jika dihubungi petani. Untuk itu, alat mesin pertanian harus dipelihara sebaik-baiknya," papar Tisna.

Tisna mengatakan, di Kabupaten Bandung sudah eksis mengembangkan pertanian kopi, selain peternakan sapi potong maupun sapi perah.

Bahkan produksi pertanian maupun ternak di Kabupaten Bandung merupakan bagian yang terbesar di Indonesia. Selain itu, tanaman buah-buahan juga di Kabupaten Bandung cukup banyak.

"Produksi sayur-sayuran dengan varietas benih asal Jepang dan hasilnya diekspor ke negara di Asia dan Eropa, juga terdapat di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Jadi, produsen terbesar sayur-mayur ada di Indonesia, tempatnya di Cicalengka," kata Tisna.

Pihaknya terus meningkatkan semangat dan kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Bandung.

Bahkan saat ini dalam kegiatan pertanian di lapangan mendapat pendampingan dari Babinsa.

"Hal itu sebagai bentuk dukungan TNI dalam meningkatkan program pertanian supaya berhasil. Adanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas menambah reugreug dalam pelaksanaan program pertanian di lapangan," kata Tisna. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petani Tuban Tolak Impor Jagung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler