Kementan Pastikan Penyuluh Melakukan Pendampingan saat Masuk Musim Panen

Jumat, 01 Maret 2024 – 12:57 WIB
Ilustrasi. Foto: source for JPNN

jpnn.com - TEMANGGUNG - Kementerian Pertanian memastikan para penyuluh pertanian akan mengawal panen raya yang diprediksi pada Maret-April.

Seperti yang dilakukan penyuluh pertanian dari Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Dany Setyawan yang ditemui pada saat melakukan pendampingan panen padi varietas Mekongga di Kelompok Tani (KT) Sarwi Dadi, Desa Muncar Kec. Gemawang, Kab. Temanggung.

BACA JUGA: Festival Bawang Merah Brebes Meriahkan Musim Panen Segera Digelar, Catat Tanggalnya!

"Untuk memudahkan panen kali ini, kami menggunakan alat power thresher multiguna," ujarnya.

Hal itu untuk mempermudah proses panen dan penggunaan alat power thresher multiguna tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga petani, tetapi juga memastikan kualitas gabah yang dihasilkan tetap terjaga.

BACA JUGA: Genjot Produktivitas Padi & Jagung, Kementan Tingkatkan Keahilan Penyuluh Pertanian

"Dengan luas panen sekitar lima hektare diperoleh hasil ubinan mencapai 4,6 ton per hektare, diprediksi produksi mencapai 38,4 ton Gabah Kering Panen (GKP)," kata Dany.

Dia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya berusaha mengadopsi teknologi yang dapat membantu petani dalam proses panen.

BACA JUGA: Gerak Cepat, Kementerian Pertanian Mendongkrak Produksi Padi Nasional

Dengan alat power thresher multiguna, tidak hanya mempercepat panen, tetapi juga mengurangi risiko kerugian akibat kerusakan gabah selama proses pemisahan.

Selain itu, pendampingan tidak hanya terbatas pada proses panen, tetapi juga melibatkan pemberian informasi dan pelatihan terkait manajemen pascapanen.

Dany juga menjelaskan kepada para petani di wilayahnya tentang teknik pengeringan dan penyimpanan gabah untuk memastikan kualitas yang optimal.

"Karena kunci kesuksesan tidak hanya pada saat panen, tetapi juga menjaga kualitas gabah setelah panen," ujarnya.

"Dengan pemahaman yang baik tentang manajemen pascapanen, petani dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan nilai jual hasil panennya," imbuhnya.

Para petani di Kelompok Tani Sarwi Dadi pun merasa terbantu dengan pendampingan tersebut.

Mereka berterima kasih karena dengan bimbingan, bantuan teknologi, dan pengetahuan yang diberikan, panen berjalan lancar dan memuaskan. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler