Kementan Perluas Subtitusi Pangan Lokal, DPR: Sudah Saatnya Berpikir Cemerlang

Sabtu, 13 Agustus 2022 – 21:33 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Syafrudin. Foto: dok Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Syafrudin merespons positif upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan perluasan subtitusi pangan lokal sorgum.

Menurut dia, perluasan tersebut merupakan langkah tepat mengingat sorgum adalah kebutuhan pokok yang bisa menjadi pengganti gandum.

BACA JUGA: Indef Dukung Kementan Perkuat Pangan Bahan Baku Lokal

"Saat ini pembicaraan gandum sedang hangat di kalangan masyarakat. Itu semua karena dampak perang Rusia yang belum juga usai," ujar Syafrudin, Sabtu (13/8).

Syafrudin mengatakan, sorgum, sagu, dan singkong bisa dijadikan sebagai bahan tepung-tepungan.

BACA JUGA: Kementan Akan Kembangkan Pangan Lokal, Indofood: Kami Dukung Penuh

Dari sisi kualitas gizi dan kandungan kesehatan tubuh, sorgum lebih unggul karena tidak mengandug zat aloksan yang bisa menyebabkan diabetes.

"Kalau ini benar maka sudah saatnya Indonesia mulai mengembangkanya. Tentu Komisi IV akan terus mendukungnya," katanya.

BACA JUGA: Tinjau Lokasi Pengembangan Kelapa Genjah, Mentan: Atas Perintah Bapak Presiden

Disisi lain, kata Syafrudin, tingkat konsumsi gandum juga terbilang tinggi terutama yang berkaitan dengan produk olahan.

Karena itu, subtitusi pangan lokal bisa menjadi alternatif yang baik untuk kesehatan.

"Sudah saatnya berpikir cemerlang dengan memanfaatkan sorgum sebagai bahan pangan alternatif yang baik untuk kesehatan," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Tauhid mendukung penuh kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat subtitusi pangan lokal sebagai pilar kekuatan bangsa Indonesia.

"Menurut saya kalau dijadikan pengganti dalam skala besar (industri) perlu ada sosialisasi yang masif dari pemerintah," ujarnya.

Menurut Tauhid, diversifikasi pangan seperti sorgum dan sagu sangat bagus untuk mengurangi ketergantungan pangan utama seperti beras.

Namun, itu semua perlu kajian yang komprehensif, harus menghitung berapa besar pangsa pasar, dan kebutuhanya.

"Testing pasarnya harus dilihat kembali berapa persen subtitusinya. Kenapa? karena marketnya belum tahu dan tren penggunaanya untuk apa saja," jelas Tauhid. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Cara Kementan Wujudkan Banten Zero dari Wabah PMK


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan   pangan lokal   DPR   Indef   gandum  

Terpopuler