Kementan Terus Kendalikan Hama Tikus Pada Tanaman Padi

Jumat, 30 Agustus 2019 – 22:33 WIB
Ilustrasi petani di sawah. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus berupaya mengendalikan hama tikus yang menyerang pertanaman padi.

Sebagai tindak lanjut, petugas pengendali OPT dari BBPOPT memberikan bimbingan tentang upaya pengendalian tikus di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

BACA JUGA: Kementan Tingkatkan Layanan Rekomendasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan

BACA JUGA: Seorang Pria Sekarat Setelah Terjun Bebas dari Flyover Jalan Soekarno Hatta

“Tikus termasuk OPT yang sering menyerang tanaman padi, jadi harus dikendalikan kalau tidak ingin padi habis dimakannya,” ujar Yadi salah satu petugas pengendali OPT kepada petugas dan petani di Rengasdengklok, Karawang, Kamis (29/8).

BACA JUGA: Exavator Bekerja 24 jam untuk Pangan Demi Rp 14 Trilliun

Menurut Yadi, sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu mengendalikan tikus secara individu karena sumber makanan tikus tidak selalu berada di hamparan sekitar sarangnya.

Dalam mencari makan, tikus akan bergerak secara menyilang atau berkeliling dalam luasan 150 meter, sehingga pengendalian tikus harus dilakukan secara bersama-sama dengan jarak pengendalian minimal 150 meter.

BACA JUGA: Kementan Optimistis Target 200 Ribu Hektare Program Serasi di Sumsel Tercapai

"Misalnya seorang petani mengendalikan tikus dengan pengemposan dan pemasangan umpan, tapi ternyata kok tanaman di hamparannya habis juga oleh tikus. Jadi penjelasannya, tanaman petani itu habis bukan disebabkan oleh tikus yang bersarang di hamparannya melainkan tikus yang datang dari hamparan petani lainnya,” beber Yadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Teknis, Informasi dan Dokumentasi, BBPOPT Jatisari Suwarman menambahkan, pengendalian tikus harus dimulai dari awal, yakni sebelum pengolahan lahan.

Beberapa cara atau metode pengendalian dapat dilakukan seperti melalui gropyokan masal, pemasangan umpan, fumigasi atau pengemposan, Trap Barrier System (TBS) dan Light Trap Barrier System (LTBS), serta pemanfaatan musuh alami.

BACA JUGA: Anak Gadis Selesai Mandi Diikuti Ayah Tiri Masuk Kamar, Astaga!

“Bahkan, Kementan tahun lalu telah memberikan bantuan fiber untuk TBS dan LTBS. Waktu itu, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian mengalokasikan bantuan sesuai hasil koordinasi dengan Ditjen Tanaman untuk data wilayah-wilayah yang rawan serangan tikus,” beber Suwarman.

Suwarman juga mengatakan, kunci keberhasilan pengendalian tikus ini adalah bagaimana cara menggerakkan kekompakan para petani.

“Kalau dilakukan sendiri-sendiri sama saja hasilnya karena jangkauan habitat tikus ini cukup luas, maka dari itu penting untuk melakukan gerakan pengendalian secara bersama-sama,” tandas Suwarman. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petani Sumsel: Terima Kasih Pak Mentan atas Perhatiannya kepada Kami


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan   padi  

Terpopuler