Kementerian Yang Dipimpin Marwan, Baru 5 Persen

Rabu, 02 September 2015 – 16:21 WIB
Direktur INDEF Enny Sri Hartati menjadi pembicara pada Dialog Kenegaraan dengan tema Lambatnya Serapan Anggaran 2015, yang digelar DPD RI, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9). Foto Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengkritisi rendahnya serapan anggaran di Direktorat Jenderal Pembedayaan Masyarakat Desa pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Sekarang sudah bulan September 2015. Serapannya baru 5 persen,” kata Enny Sri Hartati, dalam Dialog Kenegaraan bertajuk “Lambatnya Serapan Anggaran 2015”, yang digelar DPD RI, di Kompleks Parlemen RI (MPR/DPR/DPD RI), Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

BACA JUGA: Politisi PDIP Ingatkan Jangan Ada Kegaduhan Lagi

Padahal, lanjut Enny, DPR RI berdarah-darah mengalokasikan anggaran tersebut. Tapi begitu sampai di tangan pemerintah, malah anggaran tersebut terancam tidak digunakan.

Dikatakan Enny, Direktorat Jenderal Pembedayaan Masyarakat Desa beralasan bahwa rendahnya serapan anggaran tersebut karena baru saja terjadi perpindahan lembaga tersebut dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

BACA JUGA: Bukan Buwas yang Harus Dicopot, tapi Darmin dan Luhut

Padahal, kata dia, ini hanya soal satu Dirjen saja. “Karena soal-soal teknis di internal pemerintahan, ujung-ujungnya rakyat yang sulit,” katanya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: DPR: Komjen Buwas Harus Diapresiasi

BACA ARTIKEL LAINNYA... FPDIP Tolak Pencopotan Buwas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler