Keong Serang Warga Sulteng

Senin, 28 Juni 2010 – 08:36 WIB

JAKARTA -- Warga Sulawesi Tengah diserang penyakit yang disebabkan  oleh cacing jenis Schistosoma japonicumPenyakit yang menyebar melalui keong Oncomelania hupensis linduensis yang muncul dari Danau Lindu, Sulteng

BACA JUGA: Densus Diminta Lepas Tangkapan Bawah Umur

Kementerian Kesehatan (kemenkes) memberikan penilaian terhadap penyakit tersebut.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Tjandra Yoga Aditama mengatakan, bentuk keong tersebut sebesar bulir beras
Keong pembawa penyakit itu menular kepada manusia melalui kulit

BACA JUGA: Walikota Pusing Mikirin Anak Punk

" Masuk melalui kontak dengan kulit manusia," ujar Tjandra.

Selain menular pada manusia, kata dia, juga dapat menular pada mamalia seperti sapi dan kerbau
Menurut Tjandra, binatang tersebut kemudian menularkan penyakitnya kepada spesies lainnya

BACA JUGA: Harga Pupuk Naik, Petani Produksi Organik

"Jadi menyebar kemana-mana," ujarnya.

Tjandra mengatakan, selain di Indonesia, penyakit tersebut juga ditemui di China dan FiliphinaSementara di Indonesia sendiri, lanjut Tjandra, hanya ditemui di sekitar danau Lindu dan lembah Napu Sulteng"Kami temukan parasit pada tinja manusia dan hewan yang kami teliti," ujarnya.

Hasilnya, kata Tjandra pihaknya menemukan 3,79 persen parasit terdapat di Napu dan 2,49 persen di sekitar LinduJenis penyakit tersebut igolongkan dalam Neglected Tropical Diseases (NTD). 

Gelaja awal penderita penyakit tersebut adalah rasa gatal di tubuhDisertai  demam, mual, muntah, dan sindroma disentri"Dan bila tidak diobati dapat berakhir dengan gangguan hati," katanya.

Hasil penilaian Kemenkes, menurut Tjandra, menunjukkan bahwa pencegahan harus dilakukan secara terpaduDiantaranya dengan melakukan penanganan lingkungan pada habitat keong, penanganan pada hewan mamalia agar tidak menularkan penyakitnya pada spesies lain"Juga pada manusia supaya tidak tertular," tuturnya(nuq)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Minyak Tanah Langka di Kota Mataram


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler