Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kepemilikan Tiongkok Jadi 90 Persen?

Kamis, 27 Juli 2017 – 02:25 WIB
Ilustrasi kereta api buatan Inka. Foto: Radar Surabaya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan jika komposisi kepemilikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung antara Indonesia dengan Tiongkok dalam konsorsium akan diubah.

Sekarang ini, komposisi kepemilikan Indonesia-China berada di angka 60:40. Sedangkan yang lagi dalam proses kajian untuk dinegosiasi ulang mengalami perubahan dratis, yakni 10:90.

BACA JUGA: Menko Darmin: Orang akan Mikir, Ini Negara Apa sih

"Sedang kami kaji, nanti minggu depan akan kita dapat jawabannya," ujar Luhut kepada wartawan di kompleks Istana Negara, Rabu (26/7).

Mengenai apa yang menjadi pertimbangan bagi pemerintah mengubah komposisi kepemilikan proyek dalam konsorsium, mantan Menko Polhukam ini memberi contoh pada PT Inalum.

BACA JUGA: Satpol PP Siap Tertibkan Bangunan di Area Proyek Kereta Cepat

"Itu kan seperti Inalum. Kan tidak apa-apa orang lain jadi majority. Nanti setelah 40 tahun kan kembali juga ke kita 100 persen," jelas Luhut.

Saat dipastikan apakah opsinya Indonesia hanya kebagian 10 persen dan China dikasih 90 persen kepemilikan, Luhut menyebut belum bisa dipastikan hasil akhirnya.

BACA JUGA: Pemerintah Akan Menggenjot Program Reforma Agraria

"Belum tahu kalau itu mau berapa persen. Kita lihat minggu depan. Nanti menteri BUMN laporan ke presiden. Presiden akan evaluasi, baru diputuskan. Dan itu harus negosiasi lagi kepada Tiongkok," tandasnya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menko Darmin: Presiden Tinggal Memilih


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler