Kesal Sepulang dari Timur Tengah, Biden Tuduh Menlu Saudi Berbohong

Minggu, 17 Juli 2022 – 22:12 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (kanan) menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Istana Al Salman, di Jeddah, Arab Saudi, 15 Juli 2022. Bandar Algaloud/Saudi Royal Court/HO via REUTERS/as

jpnn.com, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu (16/7)  memiliki pendapat berbeda dengan Arab Saudi mengenai pembicaraan pada pertemuan bilateral tingkat tinggi terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.

Isu pembunuhan jurnalis itu merupakan kontroversi utama antara kedua negara.

BACA JUGA: Amerika Rayakan Kemerdekaan, Biden Malah Pidato soal Kebebasan yang Terancam

Menjawab pertanyaan wartawan ketika  tiba di Gedung Putih dari perjalanan Timur Tengah pertamanya sebagai presiden, Biden membantah pernyataan menteri luar negeri Arab Saudi.

Menlu itu  mengatakan pihaknya  tidak mendengar Biden menyalahkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman atas pembunuhan kolumnis Washington Post yang juga merupakan seorang kritikus keras atas negara asalnya Arab Saudi.

BACA JUGA: Biden Blak-Blakan soal Pembunuhan Khashoggi, Pangeran MBS Akui Kesalahan

Saat ditanya apakah Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan yang sebenarnya saat menceritakan interaksi antara Biden dan putra mahkota, Biden mengatakan "Tidak".

Badan-badan intelijen AS percaya bahwa putra mahkota telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi, seorang warga negara AS, yang dibantah oleh penguasa Arab Saudi itu.

BACA JUGA: Seusai Bertemu Presiden Palestina, Joe Biden Berjanji Tidak Akan Menyerah

Jubeir mengatakan putra mahkota, yang dikenal sebagai MbS, memberi tahu Biden bahwa kerajaan telah bertindak untuk mencegah terulangnya kesalahan seperti pembunuhan Khashoggi dan bahwa Amerika Serikat juga telah membuat kesalahan.

Menlu Arab Saudi al-Jubeir mengatakan kepada Fox News pada Sabtu bahwa dia "tidak mendengar ucapan khusus" yang menyalahkan putra mahkota dari Biden.

Biden, yang ditanya apakah dia menyesal telah melakukan salam dengan mengadu kepalan tangan  dengan MbS pada Jumat, menjawab: "Mengapa kalian tidak membicarakan sesuatu yang penting? Saya dengan senang hati akan menjawab pertanyaan yang penting.” (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler