Ketajaman Forlan Senjata Utama

Jumat, 11 Juni 2010 – 10:13 WIB
ANDALAN - Salah seorang andalan Uruguay, Diego Forlan, saat menjalani latihan kontrol bola bersama rekan timnya, Selasa (8/6). Foto: AFP Photo/Rodrigo Arangua/FIFA.com.

CAPE TOWN - Di antara skuad Uruguay, nama Diego Forlan layak dikedepankanMelihat kiprahnya di pentas Eropa dalam beberapa musim terakhir, Forlan bisa dibilang sebagai ancaman bagi lawan-lawan Uruguay.

Pemain berusia 31 tahun itu saat ini sedang dalam penampilan terbaik

BACA JUGA: Berharap Tuah Mandela

Dia baru saja menjadi aktor utama keberhasilan Atletico Madrid menjadi jawara Europa League
Prestasi itu menjadi spirit tersendiri bagi dirinya dan Uruguay, saat tampil di Piala Dunia (PD) Afrika Selatan.

"Saya punya kesempatan berharga berlaga di Piala Dunia

BACA JUGA: El Tri Andalkan Pengalaman

Sebagai pemain dan sebagai pribadi, ini adalah saat-saat yang sama impikan sejak kecil
Sekarang saya berhasil menggapainya

BACA JUGA: Momen Pembuktian Tim Favorit

Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," ujar Forlan, seperti dilansir Associated Press.

Kualitas Forlan saat ini tidak ada yang meragukanKedua kaki dan kepalanya sama-sama berbahaya bagi gawang lawanDalam enam musim terakhir, ketajaman pemain yang sudah 62 kali memperkuat timnas Uruguay dengan 24 gol itu begitu konsistenDalam rentang waktu itu, Forlan dua kali berhasil menahbiskan dirinya sebagai top scorer di Eropa dan berhak atas trofi sepatu emas EropaYaitu di musim 2004/2005 dan 2008/2009Di dua musim itu Forlan mencetak 25 dan 35 golPada musim 2008/2009, namanya juga tercatat sebagai top scorer Liga Primera dengan 32 gol.

Performa Forlan mencuat setelah mengalami masa-masa sulit ketika berkostum Manchester United di musim 2001-2004Selama empat musim berada di Old Trafford, markas United, Forlan hanya bisa mengemas 17 gol dari 98 penampilanParahnya, saat kali  pertama bergabung dengan United, tak satupun gol berhasil dicetaknya dalam rentang waktu delapan bulanKarena "prestasinya" itu, pemain berambut blonde itu namanya pun sempat diplesetkan menjadi "Forlorn" (menyedihkan).

Tapi masa-masa sulit itu sudah lewat dan terhapus, dengan performa konsistennya di enam tahun terakhirKini, meski menjadi andalan utama di timnas Uruguay, mantan pemain Independiente itu tetap rendah diri"Kami semua dalam posisi yang sama," ungkap ForlanKetajaman Forlan juga sudah terbukti selama babak kualifikasi, di mana di menyumbang tujuh gol untuk Uruguay(ali)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Langsung Serang Sejak Awal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler