Ketika Karma Berlaku, Istri Histeris saat Hendak Dimadu

Rabu, 21 Desember 2016 – 05:32 WIB
Ketika Karma Berlaku, Istri Histeris saat Hendak Dimadu. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Ada pepatah menyatakan karma itu berlanjut. Seperti kisah yang harus dialami sephia, 30, yang dulu mau saja dimadu oleh Donjuan, 48.

Sayang, saat Donjuan ingin menikah lagi untuk yang ketiga, Sephia menantang bunuh diri.

BACA JUGA: Hari Ini, Sidang Kasus Kampus SGU Agendakan Kesimpulan

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya

Suasana histeris Sephia melarang Donjuan untuk menikah untuk yang ketiga kalinya terjadi di depan kantor Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Selasa (20/12).

BACA JUGA: Pemerintah Berkomitmen Lanjutkan Proyek KA Trans Sulawesi

Sephia terlihat kesal sambil menarik­narik baju Donjuan yang akan mengajukan izin poligami di kantor PA.

Sephia bersikeras melarang Donjuan menikah lagi dengan janda beranak satu, sebut saja Mira, 35.
 
”Bojo loro sik kurang ta? Mbak Karin (istri pertama, Red) ayu dan tuek. Aku seksi dan muda. Iki golek umur sing 35 wis janda maneh. Kok ge lem sampeyan ngemong anake wong liyo,” kata Sephia sambil melotot kepada Donjuan.

BACA JUGA: Belum Sepekan Dibongkar, Pondok Mesum sudah Berdiri Lagi

Dengan menggendong anaknya yang baru berumur 3 tahun, Sephia menyatakan tidak akan mau dipoligami.

”Wis cukup aku sama Mbak Karin saja istrinya,” kata Sephia.

Donjuan yang terlihat malu dengan para pengunjung PA langsung mengajak Sephia masuk ke dalam mobil.

Entah apa yang mereka bicarakan, kemudian Sephia keluar mobil dan berpindah ke mobilnya sendiri.

Sementara Donjuan masuk ke salah satu kantor PA untuk menyelesaikan urusannya.

Dalam kondisi tertekan, Sephia mulai menceritakan enak dan tidaknya menjadi istri kedua Donjuan.

”Enaknya semua materi dicukupi, tapi enggak enaknya ketar­ketir terus takut dia kecantol wanita lain. Lha bener kan kecantol beneran,” kata alumnus akuntansi Unesa itu.

Sephia menceritakan awal mula ia menikah dengan Donjuan. Waktu itu, ia masih kuliah. Perkenalan mereka saat Donjuan menjadi pembicara dalam kegiatan kampusnya.

Di situlah benih cinta mulai tumbuh. Donjuan sering mengajak jalan­jalan dan makan.

Sampai akhirnya, Donjuan mengajak menikah.

”Saya tahu dia punya istri. Istrinya memang sempat marah, tapi Pak Juan membela saya. Istrinya akhirnya mengikhlaskan saya menikah dengan nya,” kata Sephia yang tinggal di Rungkut.

Karena menikah di usia muda, kuliahnya sempat molor hampir tujuh tahun. Ia terlalu sibuk di rumah mengurus anak dan sempat ingin putus sekolah.

Namun, orang tua memintanya tetap menyelesaikan kuliah.

Selama menikah dengan Donjuan, Sephia mengaku sangat berkecukupan.

Selain dosen, Donjuan memiliki perusahaan pembuatan kapal. Ia juga aktivis dan salah satu anggota dewan pendidikan di kabupaten di Jawa Timur.

Dengan aktivitasnya seabrek membuat Donjuan jarang pulang ke rumah.

”Saya sih yang paling cerewet minta suami pulang, Mbak Karin tapi kok jarang cemburu ya. Mungkin dia itu matre jadi sudah enggak ngurus suaminya gitu. Semua yang ngurus suaminya kan saya,” kata wanita asli Tempeh, Lumajang itu.

Dengan kesibukan suami yang jarang pulang, Sephia tak ingin Donjuan menikah lagi.

Sephia berpikir jika suaminya terlalu sibuk bakal membuatnya tidak akan pulang lagi ke rumahnya.

”Cinta saya lho bukan hanya harta, tapi kan juga dia. Beda sama si janda jelek itu yang cintanya sama suami hanya hartanya doang. Dipikir aja kali, masak ada wanita mau jadi madu ketiga kalau dia tidak matre,” kata Sephia.

(no/JPG/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bupati Ini Pastikan Pejabat Berprestasi Tak Akan Dimutasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler