Ketua Golkar Klungkung Anggap Munas Tandingan Lebih Demokratis

Minggu, 07 Desember 2014 – 19:51 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPD II Golkar Kabupaten Klungkung, Bali, Dewa Nida membandingkan dua musyawarah nasional (munas) yang diikutinya. Menurutnya, Munas Golkar tandingan di Jakarta versi Agung Laksono Cs lebih demokratis dibanding forum serupa yang digelar kubu Aburizal Bakrie di Bali, beberapa waktu lalu.

"Setelah munas Bali, semua sudah mulai saya lihat dari tatib (tata tertib, red) tidak dibacakan. Terakhir hasilnya itu ada pemecatan terhadap kader-kader seperti Pak Agung Laksono, Pak Priyo Budi. Itu yang mulai saya kecewa," ujar Dewa saat menghadiri Munas IX Golkar di Ancol di Jakarta, Minggu, (7/12).

BACA JUGA: Agung Ajak Kader Golkar Tak Takut Tindakan Brutal Kubu ICal

Sebagai tuan rumah yang turut menjadi panitia Munas Golkar IX di Bali, Dewa mengaku tidak menyangka bahwa munas yang digelar di kawasan Nusa Dua itu bertentangan dengan aturan yang ada. Karenanya ia memilih tetap hadir di munas tandingan di Jakarta karena ingin menghargai kader-kader Golkar yang sejalan dengan Agung Laksono Cs.

"Di sana (Bali) kurang demokratis. Tidak sesuai dengan hati nurani saya sehingga saya datang ke sini sesuai dengan garis politik saya," tegas Dewa. (flo/jpnn)

BACA JUGA: Munas Golkar Tandingan Putuskan Perubahan Slogan

BACA JUGA: Yakin Munas di Ancol Lebih Terlegitimasi Ketimbang di Bali

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kubu ARB Sebut Peserta Munas Ancol Tanpa Mandat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler