Ketua MPR: Hasil 20 Tahun Reformasi Masih Jauh dari Harapan

Selasa, 22 Mei 2018 – 20:43 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (22/5/2018). Foto: Humas MPR

jpnn.com, MANADO - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) mengungkapkan, perjalanan selama 20 tahun era reformasi hasilnya masih jauh dari harapan. Namun diakuii jalannya reformasi masih on the track.

"Jalannya sudah benar tapi memang masih butuh waktu. Amerika Serikat saja butuh waktu 200 tahun lebih perjalanan demokrasi dan sebagai pelopor HAM masih seperti itu. Indonesia reformasinya baru berjalan 20 tahun dan baru 73 tahun merdeka jadi memang masih butuh waktu," katanya, usai menjadi narasumber Seminar Motivasi Kammi Indonesia, di aula Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (22/5/2018).

BACA JUGA: Kebebasan Disalahgunakan untuk Sebarkan Hoaks dan Fitnah

Untuk ke depan, lanjut Zulhasan, cita-cita berjalannya reformasi mesti dikuatkan lagi kepada generasi muda bangsa. Generasi muda Indonesia mesti dikuatkan lagi seputar wawasan kebangsaan, nilai luhur bangsa, toleransi, keberagaman, penghargaan kepada nilai kemanusiaan yang selama 20 tahun ini seperti hilang tak terpahami lagi.

"Semua itu harus terus digalakkan kepada generasi muda bangsa agar tidak lagi masuk paham-paham ekstrim dan radikal yang masuk dan merusak sendi-sendir kehidupan bangsa. Sebab nilai luhur bangsa seperti Pancasila jauh lebih baik dan bagus buat rakyat Indonesia bahkan dunia mengakui itu," tandasnya.

BACA JUGA: Zulkifli Hasan: Ayo Kembali ke Nilai Luhur Bangsa

Ditambahkan Zulhasan, hal tersebut membutuhkan sinergitas seluruh elemen masyarakat dengan berbagai upaya dan metode.

"Saya sendiri di MPR berupaya untuk itu. Salah satunya saya berencana akan membuat kaos bertema Pemilu Damai. Sekarang kan banyak kaos bertema ganti Presiden dan ada yang lanjutkan. Kalau saya Pemilu Damai. Bagi saya, pemilu itu hal biasa, pelaksanaan demokrasi. Beda pilihan juga biasa yang penting jaga persatuan," katanya. (adv/jpnn)

BACA JUGA: Contohlah Agus Salim, Memimpin Bukan untuk Timbun Harta

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahyudin: Krisis Kepercayaan Adalah Tantangan Kebangsaan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler