Ketum Jarnas 98 Tanggapi Kritik Deddy terhadap Omongan Jokowi, Jleb

Rabu, 08 November 2023 – 20:40 WIB
Ketua Umum PP Jarnas 98 Sangap Surbakti. Foto: dokumen Jarnas 98

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Jaringan Nasional atau Jarnas 98 Sangap Surbakti menanggapi kritik politikus PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus yang menganggap garing ajakan persatuan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat bicara di DPP Partai Golkar, Selasa (7/11), Presiden Jokowi menyatakan setuju dengan bakal Capres RI Prabowo Subianto bahwa setelah kompetisi Pilpres 2024 selesai, semua bersatu dan rukun kembali.

BACA JUGA: Jokowi Sanjung Prabowo saat Buka Rakernas LDII, Dukungan Makin Jelas

Pernyataan Presiden ketujuh RI itu dinilai Deddy Sitorus sebagai hal yang garing, normatif, dan tidak substantif.

Nah, Sangap Surbakti lantas menanggapi bahwa penafsiran Deddy mencerminkan dangkalnya pengetahuan politikus PDIP itu tentang persatuan.

BACA JUGA: Dahlan Kaget Lihat Luhut Pandjaitan, Bicara Politik Bagai Hiburan

"Deddy ini anggota dewan toh. Sebagai anggota dewan, isi dompetnya pasti OK, tetapi isi kepalanya, KO!," ujar Sangap kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/11).

Menurut Sangap, Deddy semestinya menceerna pernyataan Presiden Jokowi itu untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif.

BACA JUGA: Putusan MKMK Mencopot Anwar Usman Bikin Pencalonan Gibran Cacat Hukum dan Etika

Terlebih lagi, Jokowi menyampaikan hal itu saat berbicara di hadapan kader Partai Golkar, organisasi politik yang ikut berperan dalam melahirkan calon-calon pemimpin di republik ini.

"Pernyataan Pak Jokowi itu memang normatif tetapi sangat substansial," ujar Sangap.

Dia menyebut pernyataan Presiden Jokowi itu sangat substantif mengingat pada 2024 ada kompetisi Pilpres 2024 yang ujungnya bakal ada kelompok yang menang dan kalah.

"Jangan sampai sakit hati berlarut-larut, ?a?lhasil pembangunan negeri kita ini tersendat. Itu yang harus dipahami Deddy. Jadi, jangan asbun?-lah. Kasihan dirinya dan partainya," tutur Sangap.

Aktivis pergerakan mahasiswa '98 yang terafiliasi di Forum Kota (Forkot) itu mengatakan omongan Presiden Jokowi soal persatuan dan kerukunan tersebut juga sikap setuju atas apa yang disampaikan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Sangap menyebut Prabowo sendiri telah mempraktikkan soal persatuan dan kerukunan itu ketika kalah Pilpres 2019, tetapi berbesar hati ikut kabinet pemerintahan Presiden Jokowi demi memajukan bangsa dan negara.

"Pak Prabowo ini kagum dengan Soekarno, di mana Presiden Pertama kita itu sering menyampaikan satunya kata dengan perbuatan," tutur Sangap yang juga dosen Fakultas Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI).?(fa?t?/jpnn)?

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler