Khadija Disekap, Disiksa, Diperkosa, Tubuhnya Dirajah

Sabtu, 01 September 2018 – 16:50 WIB
Khadija, gadis 17 tahun di Maroko yang disekap dua bulan oleh sejumlah pria. Selama disekap dia diperkosa, disiksa dan tubuhnhya dirajah alias ditato oleh para pelaku. Foto: AFP

jpnn.com, RABAT - Khadija memperlihatkan tangannya. Tato menghiasi ujung jari hingga bagian atas sikunya. Salah satunya berupa lambang swastika. Leher dan kakinya juga tidak luput dari rajah. Di beberapa bagian tubuhnya ada bekas sundutan rokok. Itulah yang dia dapatkan setelah dua bulan disekap dan diperkosa secara bergiliran.

”Saya tidak akan memaafkan mereka,” ujar Khadija seperti dilansir The Guardian, Jumat (31/8).

BACA JUGA: PSI Puji Putusan PT Jambi Bebaskan Korban Pemerkosaan

Mereka yang dimaksud adalah sekelompok pemuda yang menculik, menyekap, dan memerkosanya ramai-ramai. Sejauh ini polisi sudah menangkap 12 tersangka. Tiga lainnya masih buron.

Khadija mengatakan, pemuda yang menjahatinya berjumlah 15 orang. Juni lalu mereka menculiknya dari rumah sang bibi di Provinsi Beni Mellal, Maroko. Saat itu, Khadija memang sedang mengunjungi kerabat ayahnya tersebut. Setelah diculik, Khadija disekap sekitar dua bulan.

BACA JUGA: Masuki Kamar Gadis Langsung Lepas Busana, Begini Jadinya

Pertengahan Agustus lalu, para lelaki bejat itu membebaskan Khadija. Lebih tepatnya mencampakkan gadis 17 tahun tersebut di dekat rumahnya di Oulad Ayad.

Ibunda Khadija yang melihat putrinya pulang dalam kondisi memprihatinkan pun shock. ”Tatonya, bekas sundutan rokoknya, saya pingsan,” ujar ibu Khadija kepada Associated Press.

BACA JUGA: Ulah Teman Pria Bikin Remaja Putri Berontak dan Berteriak

Kepada orang tuanya, Khadija mengatakan bahwa selama disekap, dirinya juga disiksa dan dirajah. Bahkan, dia diperkosa dan dibuat kelaparan. ”Saya berusaha melarikan diri. Tapi, jika ketahuan oleh mereka, saya lantas disiksa,” ujar Khadija saat diwawancarai Chouf TV, stasiun televisi setempat.

Menurut Khadija, penjahat yang pertama memerkosanya bersenjata pisau. Kehormatan Khadija direnggut di bawah ancaman pisau. Setelah itu, hampir setiap hari pelaku bergantian memerkosanya. Dia menduga, dalang aksi bejat tersebut menjual tubuhnya agar punya uang untuk membeli narkoba.

Orang tua Khadija awalnya tak mau melaporkan kekejian yang dialami putrinya itu ke polisi. Stigma negatif yang melekat pada perempuan korban pemerkosaan membuat mereka ragu untuk menuntut keadilan. Tapi, Khadija tidak tinggal diam. Dia nekat lapor polisi. Bahkan, dia menceritakan kisah kelamnya kepada media.

Berkat laporan Khadija, polisi membekuk 12 tersangka. Mereka berusia 18–27 tahun. Mereka yang sudah tertangkap itu akan mengikuti proses dengar pendapat di pengadilan pada Kamis (6/9).

Gerakan pro-Khadija juga muncul di mana-mana setelah kisahnya menghiasi berbagai media. Lebih dari 75 ribu orang menandatangani petisi agar pemerintah mengambil tindakan.

Terutama mengembalikan martabat Khadija. Seruan agar otoritas yang berwenang tak lagi tutup mata pada tindakan pelecehan seksual juga menguat.

”Dia (Khadija) adalah anak di bawah umur. Dia telah dilecehkan dan diperkosa. Kata-katanya harus dianggap serius,” ujar pekerja sosial sekaligus tetangga Khadija, Abdelwahed Saadi. Apa pun tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan pemerkosaan dan kekerasan itu. (sha/c6/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Salihin, yang Kamu Lakukan Terhadap Bunga Itu Jahat!


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler