Ki Saur kepada Mas Menteri Nadiem: Biarkan Guru Kami Tetap Ditempatkan di Sekolah Swasta

Jumat, 24 Desember 2021 – 22:30 WIB
Ilustrasi - Ketum BMPS Saur Pandjaitan alias Ki Saur meminta kepada pemerintah dan Mas Menteri Nadiem agar tidak menempatkan guru swasta yang lulus PPPK di sekolah negeri. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nasional Saur Pandjaitan meminta pemerintah meninjau ulang penempatan PPPK guru. 

Dia mengatakan bagi guru swasta yang lulus PPPK, sebaiknya tetap mengajar di sekolah swasta. 

BACA JUGA: Banyak Guru Swasta Lulus PPPK Tahap 2, Ketum BMPS: Mulai Makan Korban

Menurut dia, hal ini supaya posisi guru honorer tidak terganggu. 

"Tolonglah, Mas Menteri Nadiem Makarim, biarkan guru kami tetap ditempatkan di sekolah swasta," pinta Ki Saur, sapaan akrab Saur Panjdjaitan, saat dihubungi JPNN.com, Jumat (24/12).

BACA JUGA: PPPK 2021: Honorer K2 Raih Nilai Murni 255 Tersingkir, tetapi Guru Swasta 70 Poin Malah Lulus, Kok Bisa?

Dia memberikan apresiasi kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim yang memberikan kesempatan guru swasta ikut tes PPPK guru tahap 2. 

Dengan menjadi PPPK, kesejahteraan guru akan meningkat dan dijamin pemerintah.

BACA JUGA: Seusai Pengumuman PPPK Guru Tahap 2, Sekolah Swasta Buka Lowongan Besar-besaran, Ada Apa?

Namun, ketika sebagian besar guru swasta lulus, telah terjadi kekosongan pendidik di sekolah swasta. 

Di sisi lain, tidak sedikit guru honorer negeri tersingkir dari sekolahnya.

Ki Saur melihat polemik ini harus segera dicarikan solusi. 

Dia menyarankan guru PPPK yang dihasilkan sebaiknya ditempatkan di sekolah masing-masing.

"Kalau ini bisa dipenuhi, saya yakin seluruh guru honorer negeri dan guru swasta akan sujud syukur. Tidak seperti sekarang telah terjadi perang opini, padahal sama-sama pendidik," tuturnya.

Dia pun meminta pemerintah untuk tidak mendikotomikan guru negeri dan swasta. 

Ki Saur menyatakan bahwa keduanya saling melengkapi, dan sama-sama aset bangsa yang harus dinaungi.

"Kami hanya minta jangan ambil guru kami. Biarkan mereka menjadi ASN PPPK di sekolah asalnya (swasta). Toh, ini juga terjadi di perguruan tinggi," pungkas Saur Pandjaitan. (esy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Boy
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler