Kiai Miftachul Akhyar Mundur dari Ketum MUI, Anwar Abbas Kirim Surat, Isinya Mengharukan

Kamis, 10 Maret 2022 – 05:19 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas menyampaikan surat terbuka atas pengunduran diri Kiai Miftachul Akhyar sebagai Ketum MUI. Isinya Mengharukan. Foto: ANTARA/Anom Prihantoro

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan surat untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Nahdiyin.

Anwar Abbas menyatakan dirinya bersedih atas mundurnya Kiai Miftachul Akhyar dari jabatannya sebagai Ketua Umum MUI.

BACA JUGA: KH Miftachul Akhyar Mengundurkan Diri dari Ketum MUI, Ini Penjelasannya

"Saya benar-benar sedih dan berduka serta bingung, tidak tahu akan bicara apa," kata Anwar Abbas dalam keterangannya yang diterima JPNN.com, Rabu (8/3).

Anwar Abbas mengungkapkan Kiai Miftachul Akhyar dipilih sebagai Ketua Umum MUI tanpa ada perdebatan sama sekali.

BACA JUGA: Ketua Komisi VIII DPR RI Merespons Tagar Bubarkan MUI

"Beliau adalah seorang tokoh dan ulama serta pemimpin yang sangat rendah hati. Beliau sangat dibutuhkan dan diharapkan akan bisa mempersatukan umat," lanjutnya.

Namun, ulama asal Sumatera Barat itu mengaku heran dengan keputusan NU yang melarang Miftachul Akhyar menjabat di MUI.

BACA JUGA: Viral Pria Berjubah Lakukan Kesalahan Rukun Salat, Wasekjen MUI Berkata Begini

"Saya menjadi semakin bingung lagi karena sepanjang pengetahuan saya, NU itu sudah menegaskan jati dirinya bahwa dia bukan hanya untuk warga NU saja, tetapi juga untuk umat dan bagi bangsa," ungkapnya.

Buya Anwar-sapaan akrabnya- juga menyebutkan MUI sangat membutuhkan sosok Kiai Miftachul Akhyar di MUI.

"Mengapa NU tidak mau mendengar suara hati dari kami-kami yang ada di MUI, terutama mereka-mereka yang bukan dari NU ini," tanya Buya.

Buya Anwar juga mengungkapkan, Miftachul Akhyar melaksanakan tugasnya sebagai Ketum MUI dengan sangat baik, sehingga dicintai oleh para pengurus yang lain.

"Kami sudah merasa sangat dekat dan sangat sayang serta mencintai diri beliau sebagai pemimpin kami," ungkap Anwar Abbas.

Untuk itu, Anwar Abbas meminta kepada pimpinan dan warga NU agar Miftachul Akhyar diizinkan kembali memimpin MUI.

"Kalau beliau tidak bisa bekerja full time di MUI karena harus mengurus NU, kami berharap biarlah sisa-sisa waktu beliau saja yang beliau berikan untuk kami," pintanya.

Anwar Abbas menyebutkan hal itu tidak akan menjadi masalah besar di MUI, lantaran tetap bisa bekerja secara bersama-sama di bawah pimpinan dan arahan Miftachul Akhyar.

"Kami harapkan persatuan dan kesatuan umat akan bisa kita jaga serta pelihara dan akan bisa lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya," pungkas Anwar Abbas.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum MUI.

Pengunduran diri merupakan tindak lanjut atas permintaan ahlul halli wal aqdi atau AHWA yang memintanya tidak rangkap jabatan. (mcr8/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler