Kisa Pilu 3 Kakak Beradik di Depok, Hidup Terpisah Usai Ibu Meninggal karena Covid-19

Sabtu, 07 Agustus 2021 – 18:44 WIB
Pemakaman jenazah pasien COVID-19. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, DEPOK - Seorang ibu hamil bernama Iswari, warga Kota Depok, terpaksa harus melahirkan anaknya secara prematur karena terpapar Covid-19.

Indra Saputra, kakak kandung Iswari mengatakan bahwa adiknya sempat ditolak beberapa rumah sakit karena penuh pasien.

BACA JUGA: Bripka ES Dipecat Secara Tidak Hormat, AKBP Heru Beri Tanda Silang pada Fotonya

Pada akhirnya Iswari bisa dirawat di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"(Iswari) Masuk ICU beberapa minggu, habis itu (pindah) di ruang biasa, tetapi terpisah sama bayinya, karena bayinya kena Covid-19 juga. (Iswari melahirkan) caesar, (usia kandungan) 7 bulan, prematur," kata Indra dalam video dokumentasi KPAI, Jumat (6/8).

BACA JUGA: Bripka ES Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Sederet Kesalahannya, Kapolres Bilang Begini

Selanjutnya, 15 hari setelah melahirkan, Iswari meninggal dunia. 

Iswari meninggalkan seorang suami bernama Urai Rendi dan tiga anak berinisial G (5), R usia 1,5 tahun, dan H usia 1,5 bulan.

BACA JUGA: Info Terkini dari Kombes Hadi Soal Kasus Tewasnya Bripka Joko Albar

Izma Mila, adik kandung Iswari mengatakan bahwa saat ini kondisi Rendi masih syok berat usai ditinggal sang istri.

"Anak yang pertama dia enggak mau lepas dari ayahnya karena dia jiwanya terguncang biasanya dia sama mamahnya terus. Kalau anak yang kedua kan belum terlalu mengerti akhirnya dia sama paman saya," ujar Mila.

Adapun Mila kini merawat anak ketiga Iswari yang baru berusia 1,5 bulan. 

Mila menambahkan bahwa kondisi perekonomian Rendi saat ini juga dirasa belum bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup ketiga anak tersebut.

Selama pandemi Covid-19, Rendi dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Oleh sebab itu, Rendi harus merelakan ketiga anaknya hidup terpisah untuk sementara. 

Terkait kasus yang terjadi pada akhir Juni 2021 tersebut, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan bahwa calon pengasuh ketiga anak tersebut harus mendapat pelatihan khusus.

"Saya kira kan ini kemampuan mengasuh anaknya harus didampingi yah, kemampuan mengasuhnya harus dilatih. Karena saya kira kan mbak ini (Mila) anaknya juga masih kecil masih 2 tahun dan ini (anak korban) 1,5 bulan saya kira ini perlu penyesuaian," ujar Jasra.

Jasra juga meminta kepada pemerintah daerah setempat agar mengawasi dan memantau anak-anak yang ditinggal orangtuanya.

Dia menambahkan bahwa selama pandemi Covid-19 jumlah anak yang menjadi yatim piatu meningkat drastis.

"Pengawasan penting, pemantauan penting, bagaimana pemerintah daerah, DPPPA, dinas sosial, termasuk juga Dinas dukcapil, yah, karena ananda ini kan belum juga keluar akta lahirnya. Padahal sudah berusia 1,5 bulan, saya kira ini harus dipenuhi," ujar Jasra.

BACA JUGA: Mbak Farida Setiap Hari Buka Warung Sayur, Ternyata Cuma Kedok Belaka

"Tentu ini harus ditelusuri lebih jauh bagaimana penyiapan keluarga pengganti atau calon orangtua asuh. Kami berharap ini ada diskresi yah," sambung Jasra. (cr1/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler