Kisah Istri Bersaing dengan PSK di Rumah Sendiri

Rabu, 24 April 2019 – 12:18 WIB
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya

jpnn.com - Karin -bukan nama sebenarnya- merasa tak kuat lagi dengan ulah suaminya. Perempuan yang usianya hampir menginjak setengah abad itu geram lantaran suaminya -sebut saja namanya Donwori- gemar menyewa pekerja seks komersial alias (PSK).

Parahnya, Donwori tak sekadar menyewa PSK untuk memuaskan berahinya. Sebab, pengusaha itu kerap membawa pulang PSK ke rumah.

BACA JUGA: Teman Kantorku Perebut Suamiku

"Tambah tuwa ora mundak dikurangi, malah luweh wani dolanan wedokan (tambah tua tidak kian berkurang, malah makin berani bermain wanita,” red),” keluh Karin di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, belum lama ini.

Karin menuturkan, kebiasaan buruk suaminya sudah berlangsung sejak lama. Jika bisnis sedang lancar, Donwori makin gila bermain perempuan.

BACA JUGA: Pelaut Jarang Pulang, Istri Bawa Pulang Partner Lesbi

Sampai Karin pun hafal dengan kelakukan suaminya. Ketika Donwori keluar malam hingga pagi, tak ada tujuan lain selain PSK.

Karin semula woles saja menghadapi kelakuan suaminya. Dia juga merasa bukan umat beragama yang taat.

BACA JUGA: Sabun Jadi Pelarian untuk Siasati Istri Dominan

Gampangnya, Karin membiarkan kelakuan suaminya asalkan jatah bulanan tetap lancar. Karin malah kadang senang ketika Donwori ‘jajan’ di luar karena sebagai istri tak perlu repot-repot lagi meladeni permintaan aneh-aneh suaminya.

Hingga suatu saat perbuatan Donwori membuat Karin tak betah lagi. Bukan karena Karin cemburu dengan PSK, melainkan lantaran Donwori sudah kelewatan.

Donwori makin berani membawa PSK pulang ke rumah. Semula Karin masih bisa menyimpan aib itu.

Anak-anak Karin pun sudah tahu kebiasaan buruk Donwori. Namun, mereka memilih diam.

Sebenarnya Karin sudah berkali-kali mengultimatum Donwori agar menghentikan kebiasaan buruknya. Alih-alih kapok, Donwori malah menjadi-jadi.

Didorong rasa kesal yang membuncah, Karin mengajukan gugatan cerai. Dia tak peduli lagi bakal menjanda di usia yang tak muda lagi.

Wong dodolan iki yo wes gak patek rame koyo biyen. Lek diterus-terusne duwite iso entek. Selak tuwek aku kebagian ngramut awake sing bobrok, gak oleh opo-opo akhire, (Berjualan juga sudah tidak ramai seperti dahulu, kalau diteruskan bisa-bisa uangnya habis. Keburu tua merawat badan yang hancur, akhirnya tak dapat apa-apa,” tuturnya.(sb/is/jay/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sepupuku Penggoda Suamiku


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Donwori  

Terpopuler