Klaim Dukung Prabowo - Hatta Merujuk Kriteria dari Tanwir Muhammadiyah

Selasa, 10 Juni 2014 – 16:52 WIB

jpnn.com - JAKARTA -- Surya Madani Indonesia (SMI)  mendeklarasikan diri mendukung capres cawapres Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

SMI merupakan wadah organisasi yang diisi oleh para personal yang merupakan pengurus atau fungsionaris di Organisasi Kemasyarakatan Muhammadiyah.

BACA JUGA: Yenny Wahid Puas

Namun, dukungan SMI ini bukan mengatasnamakan Muhammadiyah yang sudah menyatakan netral dalam pemilihan presiden mendatang.

Koordinator Nasional Syafrudin Anhar menjelaskan, keputusan Tanwir Muhammadiyah Mei lalu menyatakan secara organisasi tidak dukung-mendukung dan terlibat politik praktis dalam pilpres.

BACA JUGA: Politisi PDIP Bikin Sajak Menikmati Bulan Madu di Kandang Kuda

Namun, kata dia, keputusan itu memberikan kebebasan kepada anggota dan warga Muhammadiyah untuk gunakan hak politik dalam rangka pilih pasangan dengan menggunakan hak pilih secara cerdas dan bijaksana.

Selain itu, dengan pertimbangan rasional serta spirutual yang menjadi landasan gerakan Muhamadiyah.

BACA JUGA: Kuasai Podium, Jokowi Dinilai Bak Singa Asia

Karena itu, mereka sebagai anggota dan fungsionaris Muhammadiyah mengambil ijtihad bahwa proses pilihan dalam pilpres ini adalah dukungan bagi capres cawapres.

"Maka kami seluruh eksponen fungsionaris,  eksponen anak muda Muhammadiyah, warga Muhammadiyah di level nasional ini untuk sepakat membentuk masyarakat Surya Madani Indonesia sebagai relawan pendukung Prabowo - Hatta," kata Syafrudin didampingi Wakil Kornas Fikri Yasin, Bendahara Umum Rusli Halim Fadli, Wakil Sekretaris Nasional Pedri Kasman, Ihsan Jauhari dan Koordinator Logistik Suwono Wibowo, Selasa (10/6) di Jakarta.

Dia beralasan, Tanwir memberikan gambaran tujuh kriteria pemimpin dalam perspektif Muhammadiyah. Kriteria itu kemudian dilakukan kajian dan pembahasan. "Maka kriteria itu kita sandarkan sebagai pilihan untuk memberikan dukungan kita kepada Prabowo - Hatta Rajasa," kata Syafrudin.

Dia menegaskan, dukungan ini bukan karena sentimen atau keberpihakan kepada partai politik, tapi dilandasi kajian yang sudah diputuskan Tanwir Muhammadiyah. "Maka dengan kebebasan kami masing-masing kami jatuhkan pilihan dukungan kepada Prabowo - Hatta," ujarnya.

Bendum SMI Rusli Halim Fadli mengatakan memang betul ada bagian dalam kelompok Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menyatakan sebagai relawan capres cawapres.

"Tapi, bedanya Surya Madani Indonesia ini adalah pola strukturisasi di bawah. Kami yakin lebih masif. Kalau yang lain hanya melibatkan eksponen, tapi kami tidak hanya ekposnen, tapi juga fungsionaris (Muhammadiyah)," kata Rusli Halim Fadli.

Ia menegaskan, dengan pola strukturasi di bawah maka jumlah warga Muhammadiyah kurang lebih 35  juta orang separuhnya diyakini akan ikut dalam SMI ini. "Target kita separuh (dari 35 juta), ikut dalam SMI itu. Mudah-mudahan itu menjadi sumbangsih kita dalam berbangsa dan bernegara," ujar Rusli yang juga Ketua Umum Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) ini.

Wakil Kornas SMI Fikri Yasin menyatakan dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi nasional dengan menghadirkan 34 jaringan di seluruh Indonesia yang sedang didirikan.

"Targetkan 15 hari selesai. Karena waktu pendek, maka kita berharap dari 34 provinsi di lokal sudah dilaksanakan. Tapi, di nasional akan kita buat deklarasi di Jakarta," katanya.

Tentunya, ia menambahkan, ini merupakan sebuah kesadaran dan landasan kolektif bagi mereka untuk mendukung capres cawapres atas pertimbangan yang ada di Muhammadiyah.

Pihaknya menyatakan bahwa ini belum terlambat. Paling penting, ia melanjutkan, mengamankan jalur Muhammadiyah terlebih dahulu. "Kalau deklarasi itu pertimbangan momen saja," ungkapnya.

Menurutnya, SMI merupakan wadah organisasi yang baru dibentuk, tapi sudah punya kader yang memiliki jaringan di 34 provinsi. Karenanya, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan jaringan di seluruh Indonesia. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... SBY: Ada yang Minta Kasusnya Diputihkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler