Klir, Bu Guru Tak Mungkin Meremas Payudara Siswi

Kamis, 22 Desember 2016 – 06:26 WIB
Ilustrasi: Guardian

jpnn.com - SINGARAJA - Dinas Pendidikan Buleleng telah memanggil guru di SMKN 2 Singaraja berinisial Luh S. Bu Guru Luh merupakan terlapor di kepolisian setelah meremas payudara siswinya sendiri yang berinisial KAA (16).

Proses klarifikasi itu dilakukan di ruang rapat Kepala Dinas Pendidikan Buleleng Gede Suyasa. Pemeriksaan digelar secara tertutup. Baca juga: Duh, Bu Guru Tega Sekali Sampai Meremas Payudara Siswi

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan PLBN Entikong Kalbar

Kepala SMKN 2 Singaraja Made Darwis Wibawa ikut dihadirkan. Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Nyoman Darta juga ikut melakukan proses klarifikasi.

Dari hasil klarifikasi, Dinas Pendidikan Buleleng memastikan Luh S tidak berniat melakukan pelecehan seksual seperti yang telah diadukan orang tua KAA ke Polres Buleleng. Menurut Gede Suyasa, sebenarnya Luh S hendak memberikan pembinaan kepada KAA.

BACA JUGA: Tarakan Masih Butuh 3 Pasar Tradisional Lagi

Luh memang mengaku sempat meraba payudara KAA. Sebab, dia menduga KAA menyimpan telepon seluler di dalam bra.

Apalagi sepekan sebelum peristiwa terjadi, Luh memang sempat menemukan lima orang sisws yang menyembunyikan ponsel di balik bra mereka. Karenanya Suyasa menyebut tindakan Luh bukan untuk melecehkan.

BACA JUGA: Walah, Lebih Banyak Napi Masuk Ketimbang yang Bebas

“Karena aturan sekolah kan melarang siswa bawa ponsel ke sekolah, dan seminggu sebelumnya sempat ditemukan ada siswa menyembunyikan ponsel di balik bra. Jadi tidak ada maksud melakukan pelecehan seksual,” kata Suyasa.

Selain itu Suyasa sudah memastikan SMKN 2 Singaraja tidak akan mengeluarkan KAA. Namun jika kemudian orang tua siswa yang bersangkutan ingin memindahkan anaknya ke sekolah lain, pihak sekolah pun tidak bisa melarangnya.  langkah orang tua.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua KAA melaporkan Luh ke Polres Buleleng karena diduga pelecehan. Luh diduga meremas payudara KAA pada 8 Desember silam.

Kejadiannya berawal saat KAA bersama dua orang siswi SMKN 2 Singaraja lainnya pergi ke SMKN 3 Singaraja untuk menyaksikan aksi freestyle.  Ketiga siswa itu berusaha menyaru sebagai pelajar siswa SMKN 3 Singaraja. Caranya  dengan mengenakan pakaian seragam lengkap dengan atribut SMKN 3 Singaraja.

Namun, upaya itu sia-sia karena ketiganya ketahuan. Mereka lantas digiring ke ruang guru SMKN 3 Singaraja dan dijemput oleh guru dari SMKN 2 Singaraja.

Saat di SMKN 2 Singaraja, ketiganya sempat diberi pembinaan. Luh lantas disebut sempat meremas payudara KAA. Sementara dua siswa lainnya tidak mendapatkan perlakukan yang sama.(eps/mus/jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lucu Deh! Pernah Dikibulin, Satpol PP Gantian Tipu Penjual Miras


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler