Kolonel Laut Danto Bicara Perang Model Baru Ini, Masyarakat Harus Waspada

Minggu, 31 Oktober 2021 – 02:25 WIB
Asisten Operasi Satuan Siber (Asops Satsiber) Mabes TNI Kolonel Laut (E) Danto Yuliardi Wirawan saat webinar “Bangkitkan Literasi Digital Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045” yang disiarkan di kanal YouTube Prodi Ketahanan Nasional UGM, dipantau dari Jakarta, Sabtu (30/10/2021) (ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

jpnn.com, JAKARTA - Asisten Operasi Satuan Siber (Asops Satsiber) Mabes TNI Kolonel Laut (E) Danto Yuliardi Wirawan meminta masyarakat mewaspadai bentuk lain perang siber.

Bentuk peperangan model baru itu menurut Kolonel Danto, seperti doktrin, perekrutan, dan pelatihan anggota baru kelompok teroris melalui ruang siber.

BACA JUGA: Letjen TNI Ganip Warsito Minta Masyarakat Waspada Dampak La Nina

"Masa-masa pandemi Covid-19 secara umum mengubah mekanisme cara kerja kelompok-kelompok teroris maupun radikal, mengurangi kesempatan untuk bertatap muka sehingga ruang siber digunakan untuk memberi pengaruh kepada masyarakat," kata Danto.

Hal itu disampaikannya dalam webinar nasional bertajuk “Bangkitkan Literasi Digital Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Prodi Ketahanan Nasional UGM, dipantau dari Jakarta, Sabtu (30/10).

BACA JUGA: Ini Tindakan Brigadir JO dan Bripda AS yang Dianggap Pengkhianatan terhadap TNI-Polri

Danto menjelaskan perubahan mekanisme cara kerja tersebutlah yang merupakan bentuk lain perang model baru, yaitu perang siber. Namun, belum banyak masyarakat yang menyadari hal itu.

Dia menyebut perang siber merupakan semua tindakan yang dilakukan dalam ruang siber secara sengaja, sistematis, terkoordinasi, serta berorientasi pada kedaulatan negara, keutuhan wilayah, kehormatan, keselamatan bangsa, bahkan keamanan nasional, termasuk kepentingan dan aset-aset militer terkait.

BACA JUGA: 4 Fakta Pembunuh Bayaran Habisi Bos Preman, Baca Nomor 1, Jangan Kaget

"Artinya, ini (siber terorisme) adalah bentuk baru dan sebuah peperangan. Namun, saat ini dengan perkembangan teknologi, bentuknya menjadi berbeda dan tidak terasa," tutur Kolonel Danto.

Oleh karena itu, dia mengimbau segenap bangsa Indonesia mulai mewaspadai dan menyadari bahwa serangan siber tidak selalu berbentuk fisik dan terasa.

Sebab, serangan siber dalam berbagai bentuk propaganda melalui internet pun dapat masuk ke dalam kedaulatan negara.

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengatasi sisi negatif perkembangan teknologi di dunia siber dan menjadikannya sebagai peluang untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Di antaranya, mempertegas karakter bangsa Indonesia di dalam masing-masing diri, berintegritas, dan meningkatkan kecintaan terhadap tanah air.

“Tanpa dilandasi karakter yang kuat dan ketahanan nasional yang baik, perkembangan teknologi ini tentunya tidak semulus yang diharapkan," tandas Kolonel Danto. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler