Kombes Yusri Yunus Ungkap Alasan Seorang Pedemo saat Aksi 1310 Ditahan, Oh Ternyata

Kamis, 15 Oktober 2020 – 20:59 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengamankan 1.377 orang saat aksi unjuk rasa atau demo menolak UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (13/10) lalu.

Dari ribuan yang diamankan tersebut, hanya satu orang yang ditahan penyidik. Sebab, polisi menemukan katapel di dalam tasnya.

BACA JUGA: Oknum PNS Ini Bikin Malu, Korban sudah 27 Orang, Semua Terlena Janji Manisnya

"Dari 1377 ada satu yang sudah kami tahan, mungkin teman-teman tahu ada 1 itu yang membawa ketapel kemarin, itu sudah saya sampaikan ke media kemarin," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (15/10).

Lebih jauh, mantan Kapolres Tanjungpinang itu mengatakan 1.377 orang yang merupakan setengahnya pelajar sudah dipulangkan usai penyidik melakukan pendalaman.

BACA JUGA: Komplotan Begal Sadis Diringkus, Ternyata Satu Orang Perempuan, Lihat, Ya Ampun

Syaratnya, jelas Yusri orang tuanya datang menjemput. Kemudian membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

"Semuanya sudah kami kembalikan dengan syarat utama, mereka wajib dijemput  orang tua atau keluarga terdekatnya dan membuat pernyataan, pernyataannya seperti apa? mereka tidak akan mengulangi lagi," kata Yusri.

BACA JUGA: Lempari Pedemo dari Atas Gedung, Dua Sekuriti DPRD Medan Jadi Tersangka

Lebih jauh, Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu menegaskan jika mereka (pelajar) melakukan hal yang sama akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

BACA JUGA: Mantan Istri Polisi dan Seorang Pria Digerebek saat Asyik Berbuat Dosa di Kamar Indekos

"Jika diamankan lagi, kami katakan, mereka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, itu pertama," pungkas Yusri Yunus.(mcr3)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler