Komdis PSSI Siap Sodorkan Data ke Satgas Antimafia Bola

Selasa, 15 Januari 2019 – 08:52 WIB
PSSI. Ilustrasi Foto: Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Hingga saat ini Komite AdHoc PSSI yang bertugas menangani kasus – kasus pengaturan skor, belum juga terbentuk.

Namun, tidak lantas membuat hubungan PSSI dengan Satgas Antimafia Bola kurang baik dalam memberantas kasus pengaturan skor. Melalui Komdis PSSI, kerjasama telah terjalin ketika satgas membutuhkan bantuan.

BACA JUGA: Vigit Waluyo jadi Tersangka Mafia Bola

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menjelaskan, sejauh ini mereka dengan satgas memang bekerja melalui trek yang berbeda. Satgas bekerja melalui indikasi pelanggaran hukum positif, sedangkan komdis melalui pelanggaran Kode Disiplin PSSI.

Namun, Asep tidak menutup kemungkinan untuk membantu satgas apabila memang dibutuhkan. Dia tidak menampik sempat dipanggil Satgas Anti Mafia Bola.

BACA JUGA: Menurut Ratu, Kerja Berantas Pengaturan Skor Harus Rahasia

Pemanggilan itu hanya untuk memberi beberapa bukti yang tidak dimiliki satgas. ’’Ya, kami terbuka. Kami membagi fakta dan data ada. Selalu siap jika memang dipanggil,’’ ucapnya.

Itu tidak terlepas dari ranah yang berbeda. Asep menuturkan, komdis memiliki spesialisasi yang berbeda. Misalnya saja data dari Genius Sport. Beberapa pertandingan yang terindikasi ada pengaturan skor diberikan kepada kepolisian sebagai bukti tambahan untuk menjerat para tersangka.

BACA JUGA: Usut Kasus Suap Wasit Liga 3, Polisi Periksa Bendahara PSSI

Namun, mereka juga mengaku tidak punya power seperti yang dimiliki satgas. Salah satunya adalah sifat memaksa para pelaku untuk membeberkan bukti dan fakta.

Ataupun memaksa mereka yang dipanggil sebagai saksi agar bisa menceritakan kronologi sebuah kasus. ’’Kami tidak memiliki kewenangan untuk itu,’’ paparnya.

Dia mencontohkan kasus adanya dugaan pengaturan skor dalam laga antara PSS Sleman melawan Madura FC. Satgas yang sudah memanggil Manajer Madura FC Januar Herwanto punya data yang lebih lengkap.

Di kasus ini, komdis lantas menyamakan dengan data dari Genius Sport terkait ada atau tidaknya red flag dalam pertandingan itu. ’’Jadi, kalau terbukti, hukuman sepak bolanya bisa kami berikan,’’ ungkapnya.

Terakhir, Komdis PSSI memiliki data hasil pemanggilan dari mantan pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi dan mantan manajer PSS Sismantoro. Kalau memang nanti polisi membutuhkan data tersebut, Asep siap hadir. ’’Ya, kami berikan untuk kebutuhan penyelidikan,’’ ucapnya.

Komdis juga tidak punya kewenangan memanggil orang-orang non-football family. Misalnya saja para runner.

BACA JUGA: Menurut Ratu, Kerja Berantas Pengaturan Skor Harus Rahasia

’’Kami hanya bisa mengancam untuk sanksi atau hukuman. Kalau memang tarafnya sudah tidak ada jalan lain, ya biarkan polisi bekerja,’’ katanya. (rid/ham)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satu Lagi Kasus Pengaturan Skor di Liga 2 Bakal Terkuak


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler