Komisi VI DPR Soroti Smelter di Halmahera Timur yang Tak Kunjung Beroperasi

Senin, 12 September 2022 – 19:35 WIB
Ilustrasi Gedung DPR RI. Foto: Ricardo/JPNN com

jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Anggota Komisi VI DPR Budhy Setiawan menyoroti pembangunan Smelter Feronikel Antam di Halmahera Timur yang belum rampung dan beroperasi.

Sebelumnya, smelter tersebut bakal rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2019.

BACA JUGA: BURT DPR RI Cek Pelayanan Joumpa Airport VIP Service di Bandara El Tari Kupang

"Smelter di Halmahera Timur pada Antam ini tidak kunjung selesai ini, kalau target dulu awalnya 2019 beroperasi, terus molor," kata Budhy Setiawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/MIND ID, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (12/9).

Dia menambahkan molor proyek tersebut karena persoalan pasokan litrik yang belum selesai.

BACA JUGA: Komisi VI DPR Akan Panggil Mendag Zulhas, Darmadi Durianto: Fokus Tanyakan Hal Ini

"Pasokan listrik dengan PLN, saya tidak tahu kemudian nanti alasan apa lagi terkait dengan penundaan operasi smelter di Haltim ini pak," tegasnya.

Terkait hal tersebut, Budhy mempertanyakan keseriusan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terkait hilirisasi baterai.

BACA JUGA: Komisi VI Dukung Penuh Kejagung Ungkap Korupsi di PLN

"Kalau Panja BUMN Energi saya yakin serius untuk mendorong ini, tapi bagaimana dengan PT Antam sendiri dengan keseriusan target produksinya, ini sudah molor lama, pak," tuturnya.

Selain Budhy, Anggota Komisi VI Adisatrya Suryo Sulisto berharap rencana pengoperasian smelter akan mulai beroperasi pada akhir 2022.

Dia berharap proyek tersebut bisa menjadi perhatian khusus, terutama dalam hal planning dan implementasi dari setiap proyek, sehingga tidak menimbulkan kerugian negara dan pemasukan negara dapat lebih maksimal.

"Saya pahami di sini permasalahannya lebih ke pengadaan energi listrik dan itu seharusnya bukan tahapan yang terlalu sulit lagi bagi Antam," jelasnya.

Dirut MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan permasalahan yang terjadi dalam pembangunan smelter di Halmahera Timur terletak di sisi kontraktor.

Dia menambahkan, dari sisi kontaktor ada kesalahpahaman yang terjadi, sehingga menghambat keberlanjutan pembangunan smelter tersebut.

"Kontraktor merasa kalau dia melanjutkan ini, dia akan rugi besar pak. Jadi, mungkin kami tidak ada pilihan lain selain memutus kontrak ini," kata dia. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota Komisi VI DPR: Investasi Telkomsel ke GOTO Menguntungkan, Harus Didukung


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler