Komjen Boy Sebut Kelompok Khilafatul Muslimin Bisa Menyesatkan, Masyarakat Hati-Hati

Jumat, 03 Juni 2022 – 08:14 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar meminta masyarakat bisa lebih waspada terhadap gerakan kelompok Khilafatul Muslimin.

"Kemunculan Khilafatul Muslimin ini lantaran mereka memanfaatkan ruang kebebasan berekspresi yang lumrah dalam iklim demokrasi," ujar Boy dalam siaran persnya, Jumat (3/6).

BACA JUGA: Heboh Khilafatul Muslimin, Tim Khusus Polda Metro Jaya Bergerak

Menurut Boy, kemunculan kelompok tersebut berpotensi menjadi sebuah perbuatan yang melanggar hukum. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan kolektif.

Guna mencegah gerakan penyebaran ideologi khilafah, Boy menilai pendekatan melalui penegakan hukum semata tidak cukup.

BACA JUGA: Khilafatul Muslimin Mencuri Perhatian, Densus 88 Sampaikan Peringatan Serius

Mantan Kadiv Humas Polri ini pun meminta semua pihak membangun dan memperkuat kesadaran kolektif sebagai mekanisme kewaspadaan mendasar.

Salah satu hal yang perlu ditekankan bahwa Indonesia memiliki empat konsensus dasar yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BACA JUGA: Kombes Endra Zulpan Berikan Ancaman Pidana kepada Anggota Khilafah Muslimin

Boy menambahkan dari hasil pelacakan kelompok Khilafatul Muslimin sudah ada sejak 1997. Selain itu ada sejumlah tokoh yang pernah bergabung di kelompok tersebut dan terafiliasi dengan sejumlah kelompok teroris. Misalnya Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah (JI).

“Kami tahu sel-sel mereka di negeri ini ada. Mereka yang selama ini katakanlah bagian dari kegiatan (kampanye khilafah) itu apakah terkait JI, atau Ansharut Daulah, NII," jelas dia.

Jenderal polisi dengan pangkat tiga bintang di pundak ini mengatakan apabila sel-sel yang ada tersebut memanfaatkan ruang kebebasan dan dibiarkan, maka bisa menyesatkan masyarakat.

Oleh karena itu, Boy mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai dan memahami karakter ideologi khilafah. Apalagi, ideologi khilafah bersifat transnasional alias global namun juga memiliki sel-sel jaringan di dalam negeri.

Dia menambahkan BNPT juga terus melakukan upaya terencana untuk mengantisipasi berbagai ancaman ideologi anti NKRI termasuk potensi tindakan teror.

“Strategi kontra propaganda dan kontra narasi terus digalakkan lewat kolaborasi dengan berbagai pihak,” pungkas Boy. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Heboh Konvoi Beratribut Khilafah, Irjen Fadil Menyampaikan Perintah


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler