Komjen Gatot Eddy Pramono, Wakapolri yang Dijagokan menjadi Kapolri 

Senin, 11 Januari 2021 – 12:31 WIB
Komjen Gatot Eddy Pramono. Foto: Humas Polri

jpnn.com, JAKARTA - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono digadang-gadang menjadi pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis yang pensiun Februari 2021.

Gatot menjadi satu dari lima perwira tinggi (pati) Polri yang diusulkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas ) ke Presiden Jokowi untuk menjadi calon Kapolri.

BACA JUGA: Inilah Sosok Gatot Eddy Pramono-Listyo Sigit Prabowo yang Disebut jadi Paket Kapolri-Wakapolri

Gatot sebelum menjabat Wakapolri saat ini, juga pernah digadang-gadang sebagai salah satu calon Kapolri ketika Jenderal Tito Karnavian mundur dari jabatan karena diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kabinet Indonesia Maju.

Namun akhirnya, Presiden Jokowi mengirim nama Idham Azis untuk fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

BACA JUGA: Apa Mungkin Gatot Eddy-Listyo Sigit Jadi Paket Kapolri-Wakapolri?

Setelah lulus fit and proper test, rapat paripurna DPR saat itu menyetujui Idham sebagai Kapolri.

Idham Azis pun akhirnya dilantik Presiden Jokowi. Gatot pun saat itu tetap sebagai Kapolda Metro Jaya.

BACA JUGA: Inilah Keuntungan Jika Komjen Gatot Eddy Jadi Kapolri

Pada 2018, Tito yang menjabat Kapolri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nusantara.

Tugasnya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di 171 daerah, serta Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Gatot pun dipercaya Tito menjadi ketua Satgas Nusantara.

Jenderal kelahiran Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965 dan besar di Pekanbaru Riau itu merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 A. Satu angkatan dengan Idham Aziz. Satu tingkat di bawah Tito Karnavian.

Usai menamatkan pendidikan di Akpol, Gatot merintis karier dari bawah. Gatot pernah menjadi Kapolres Blitar pada 2005, dan menjabat Sekretaris Pribadi Kapolri di era Jenderal Sutanto 2006.

Setelah itu, ia menjabat Kapolres Metro Depok 2008 dan Kapolres Metro Jakarta Selatan 2009.

Dua tahun kemudian, Gatot dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kemudian, Analis Kebijakan Madya bidang Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri, Analis Kebijakan Madya bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri.

Pada 2016, Gatot menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Setahun kemudian dia dipercaya menjadi Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri. Berikutnya, Gatot menjabat Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri.

Pada 2019, Gatot menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Idham Azis yang kala itu diangkat menjabat Kabareskrim menggantikan Arief Sulistiyanto. 

Akhirnya, Gatot dipercaya menjabat Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto yang pensiun.  Posisi Gatot di Polda Metro Jaya dipercayakan kepada Irjen Nana Sujana.

Gatot meraih gelar doktor bidang ilmu kriminologi di Universitas Indonesia atau UI pada 2015.

Dia menulis dan mempertahankan disertasinya dengan judul “Transformasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Menjadi Kelompok Kekerasan (Studi terhadap Kekerasan Kelompok oleh Empat Ormas di Jakarta).”

Sebelumnya Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD mengaku sudah menyetor lima nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang pensiun Februari 2021 kepada Presiden Jokowi.

Lima nama itu adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (Akpol 1988A), Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Akpol 1988A), Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (Akpol 1991), Kepala Lemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto (Akpol 1987), dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto (Akpol 1989). (boy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler