Kompol Subarna: Keluarga Korban Menolak Autopsi

Rabu, 13 Juli 2022 – 23:50 WIB
Kapolsek Cikole Kompol NR Subarna beserta jajarannya saat meninjau lokasi penemuan jenazah pekerja harian lepas Stasiun KA Sukabumi di gudang genset stasiun tersebut pada Rabu, (13/7). ANTARA/Aditya Rohman

jpnn.com, SUKABUMI - Pekerja harian lepas di Stasiun Kereta Api Sukabumi, Jawa Barat berinisial S (57) ditemukan tewas di gudang genset tempatnya bekerja pada Rabu (13/7).

Menurut Kapolsek Cikole Kompol NR Subarna, korban tewas merupakan warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA: Brigadir J Tewas di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Mujahid 212 Singgung Saksi Kunci

"Korban merupakan pekerja harian lepas dI Stasiun KA Sukabumi," kata Kompol Subarna di Sukabumi.

Menurut keterangan saksi, pada Selasa (12/7) malam, S bersama adiknya sempat melaksanakan tugas memeriksa sinyal KA.

BACA JUGA: Kematian Brigadir J Perlu Diusut Tuntas, Istri Ferdy Sambo Harus Diperiksa, Siapa Tahu Ada Cinta Segitiga

setelah itu, keduanya memilih beristirahat di gudang genset milik Stasiun KA Sukabumi.

Ketika itu, korban sempat berkata kepada adiknya ingin tidur lebih awal karena pada esok harinya harus kembali bertugas.

BACA JUGA: CCTV di Rumah Irjen Ferdy Mati? Novel Teringat Penembakan FPI, Sebut Oknum Jenderal

Sehari-hari, S harus secara rutin memeriksa dan memperbaiki alat di stasiun.

Namun, pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, adik korban mencoba membangunkan kakaknya yang terlihat masih tidur di gudang genset.

Akan tetapi, S saat dibangunkan adiknya tidak merespons sama sekali.

Melihat kakaknya sudah terbujur kaku, adiknya melapor kepada petugas keamanan Stasiun KA Sukabumi yang kemudian diteruskan ke Polsek Cikole.

"Menerima laporan itu, kami bergegas ke lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban untuk menyelidiki penyebab kematiannya," ucap Subama.

Polisi juga sudah meminta izin kepada keluarga untuk melakukan autopsi terhadap jasad korban, akan tetapi ditolak.

BACA JUGA: 5 Keanehan dari Keterangan Brigjen Ahmad Ramadan soal Insiden di Rumah Ferdy Sambo

"Keluarga korban menolaknya dan menganggap kematian S adalah suratan takdir," jelasnya.

Setelah insiden tersebut diselidiki dan pihak keluarga membuat surat penolakan autopsi, jasad S diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya. (ant/fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler