Konflik Iran-Israel Memanas, Syarief Hasan Minta 2 Upaya Ini jadi Prioritas Pemerintah

Kamis, 18 April 2024 – 06:46 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta diplomasi proaktif dan mitigasi ekonomi harus jadi langkah prioritas pemerintah menyikapi konflik Iran-Israel yang memanas. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendorong deeskalasi di Timur Tengah pascaterjadinya serangan Iran terhadap Israel.

Pasalnya, ketegangan ini tidak saja berimbas pada wilayah Timur Tengah, namun berdampak global, termasuk bagi Indonesia.

BACA JUGA: Konflik Iran-Israel Bakal Ancam Ekonomi, Pemerintah Harus Mengantisipasi

Bahkan kondisi ini berpotensi memantik konflik yang meluas dengan respons militer yang masif dan harus menjadi keprihatinan kolektif.

"Situasi Timur Tengah yang kian bergejolak hanya berdampak destruktif pada kehidupan kemanusiaan. Perlu upaya bersama untuk meredamnya," kata Syarief Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4).

BACA JUGA: Airlangga Sampaikan Seruan Presiden Agar Iran-Israel Menahan Diri

Menurut Syarief Hasan, Indonesia dalam kapasitas sebagai Anggota G-20, anggota ASEAN dan negara mayoritas berpenduduk muslim terbesar kedua di dunia punya tanggung jawab untuk meredakan ketegangan.

"Langkah tanggap Kementerian Luar Negeri dengan mengontak Pemerintah Iran dan AS, dan menyerukan deeskalasi serta solusi meja perundingan sudah tepat. Ini perlu diapresiasi," ujar politikus senior Partai Demokrat ini.

BACA JUGA: Said Abdullah Minta Pemerintah Mewaspadai Dampak Perang Israel dengan Iran

Dia mengingatkan Iran adalah salah satu negara eksportir minyak terbesar, termasuk dengan kapasitas militer yang besar.

Artinya, gejolak yang terjadi akan berdimensi ekonomi dan politik sekaligus.

Secara ekonomi, konflik lebih lanjut akan mengerek harga energi, ujungnya berdampak inflasi bagi negara net importir seperti Indonesia.

Secara politik, respons militer hanya memantik respons lainnya, memicu konflik meluas, bahkan mungkin berskala global.

Anggota Komisi Luar Negeri DPR RI ini meminta Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB bertindak lebih proaktif dan imparsial.

Menurutnya, mendudukkan konflik ini dengan bijak serta fokus pada solusi, dan PBB harus melihat akar konflik secara proporsional dan holistik sehingga langkah yang diambil juga solutif dan berkelanjutan.

Dia juga menyampaikan yang juga penting dan ditunggu adalah peran mediasi dan penengah konflik dari negara-negara berpengaruh pada konflik, seperti AS, negara-negara Arab, Uni Eropa, Rusia, dan China.

"Dalam konteks domestik, pemerintah juga mesti memitigasi konflik ini. Kita belum tahu skalanya akan sebesar apa dan arahnya akan kemana. Hal yang terutama adalah dampak ekonominya yang langsung terasa, naiknya harga minyak, inflasi, serta terganggunya rantai pasok global. Langkah penyelamatan ekonomi yang segera dan terukur menjadi prioritas, khususnya bagi UMKM dan koperasi," pungkas Syarief Hasan.(mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler