Konsep MP3EI Masih Harus Diuji

Kamis, 24 November 2011 – 00:47 WIB

Berbeda pula dengan Anggito Abimanyu, Pengamat Ekonomi Universitas Gajah Mada Jogjakarta dan Ahmad Farhan Hamid, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang berasal dari Aceh

jpnn.com - Mereka menilai, awarding itu memberi harapan yang baik pada pertumbuhan ekonomi negeri, di tengah ancaman krisis global yang sudah menggoyang AS dan Eropa.

ANGGITO Abimanyu yang juga Ketua Umum PB Perbasi ini mengakui, Asia Society adalah lembaga prestisius yang kredibilitasnya sudah teruji di Amerika Serikat

BACA JUGA: Tantangan Implementasi Ada di Depan Mata

Karena itu dia bangga dengan Public Policy Award yang diberikan lembaga tersebut kepada Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

”Ini lembaga yang sudah lama dan amat prestisius,” kata Anggito

Lembaga ini didirikan John D Rockefeller III pada tahun 1956

BACA JUGA: Hatta Punya Modal Lawan Ical

Apalagi, Anggito pernah punya pengalaman kerjasama dengan Asia Society pada tahun 1980-an
Ketika itu pria berkumis tipis ini sedang menampilkan sebuah pentas kebudayaan di Philadelphia

BACA JUGA: Membangun Republik Entrepreneur 2025

Asia Society sebagai lembaga yang konsen terhadap kebudayaan, seni, sosial dan ekonomi memberi bantuan.

“Karena itu saya bisa bilang, bahwa ini institusi yang punya pamor dan bergengsi,” ungkapnyaMantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan ini mengaku tidak tahu alasan Asia Society memberi penghargaan kepada Hatta RajasaHanya saja, dia yakin lembaga itu pasti memiliki kriteria yang kuat”Itu berarti, kepercayaan mereka terhadap Pak Hatta juga baik dan tidak diragukan,” katanya.

Di mata Anggito, Menko yang nyaris tidak pernah memanfaatkan pengawalan khusus ini adalah seorang yang kompeten, memiliki ide besar, cepat belajar di bidang ekonomi, meski bukan bidangnyaHatta adalah seorang insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB)”Tapi beliau mampu memimpin tim ekonomi di kabinet dengan ide-ide cemerlang dan cepat,” kata Anggito.

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) adalah salah satu ide besarnya Hanya saja, menurut Anggito, MP3EI sebagai sebuah konsep belum bisa diuji sejauh mana keberhasilannya”Kita perlu lihat nanti implementasinya,” kata AnggitoPaling tidak, gambaran umumnya sudah masuk untuk melakukan percepatan pembangunan dengan spirit bukan bisnis biasa! Ahmad Farhan Hamid, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) juga mengaku bangga dengan apresiasi yang diberikan masyarakat AS terhadap terobosan ekonomi yang dilakukan pemerintah di bawah Menko Ekonomi Hatta Rajasa.

Menurut tokoh masyarakat Aceh ini, salah satu kelebihannya adalah mampu membuat betah investor yang datang menanamkan modalnya di IndoensiaKebijakan pemerintah di bidang makro ekonomi pun terus membaikBuktinya, lanjut dia, cadangan devisa Indonesia terus naik hingga sempat mencapai US$ 125 miliar, nilai tukar rupiah stabil, dan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi di tengah guncangan krisis global.

”Hebatnya lagi, dia bisa meyakinkan investor tetap betah di Indonesia di tengah hiruk-pikuk politik yang bising,” ujar FarhanMengapa begitu? Investor itu biasanya “ngeri” dengan instabilitas politikApalagi demokrasi di Indonesia ini sangat terbuka? Sementara negara-negara pesaing Indonesia, memanfaatkan “suhu panas” politik ini untuk menakut- nakuti investor menanamkan modal di tanah air“Kalau tidak bertangan dingin, kalau tidak cool, tidak gampang membuat mereka betah?” ungkapnya(dri/bersambung)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hatta Berbagi Resep Membangun Republik Entrepreneur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler