Korban Pengeroyokan Masih Kritis

Senin, 05 Januari 2015 – 01:20 WIB

jpnn.com - LUWUK - Kondisi Shandy Piri, warga Kelurahan Luwuk, yang menjadi korban penganiayaan dalam penyerangan yang dilakukan sejumlah pemuda hingga kemarin (4/1) masih kritis.

Meski telah mendapatkan perawatan selama 4 hari di rumah sakit, Shandy mengaku setiap kali ia membuang ludah selalu saja disertai gumpalan darah.

BACA JUGA: BBM Turun, Organda Ogah Turunkan Tarif Angkot

"Sampai sekarang setiap saya buang ludah selalu ada darah," ungkap Shandy sembari menunjuk ludahnya yang masih terlihat gumpalan darah.

Dia mengaku saat kejadian dirinya tidak menyangka akan menjadi korban penganiayaan. Terlebih lagi ketika dirinya telah sempoyongan karena kena pukulan balok kayu dan pot bunga, masih saja ia diseret hingga mengalami luka di bagian belakang.

BACA JUGA: PNS Bolos Disanksi Tunjangan Dipotong

Bahkan, setelah diseret sekira 100 meter, Shandy masih juga dihujani pukulan. Olehnya, Shandy mendesak pihak kepolisian dapat berlaku adil dengan memproses para pelaku tanpa pandang bulu.

Sayangnya, Kapolres Banggai AKBP Dulfi Muis saat dikonfirmasi via telepon seluler terkait kasus tersebut tidak menjawab teleponnya.(van/jpnn)

BACA JUGA: Jalan Provinsi Ambles, Warga Diminta Waspada

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Truk Muatan Jeruk Hantam Bus, Satu Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler