Korban Tanah Bergerak di Sumedang Dapat Bantuan Rp 1,6 M

Minggu, 04 November 2018 – 20:19 WIB
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat menyerahkan bantuan stimulan korban tanah bergerak sebesar Rp1,6 miliar kepada pemerintah daerah Sumedang. Foto: Istimewa

jpnn.com, SUMEDANG - Korban tanah bergerak di desa Cimanintin, Sumedang, Jawa Barat mendapat bantuan dari Kemensos sebesar Rp 1,6 miliar. Bantuan itu berupa stimulan pembangunan rumah sebesar Rp 1,575 miliar dan lumbung sosial Kampung Siaga Bencana (KSB) sebesar Rp 69,57 juta, serta motor dapur umum lapangan.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan, bantuan stimulan itu diberikan kepada 63 kepala keluarga masing masing Rp 25 juta. "Kami juga menyiapkan bantuan untuk KSB," kata Harry Hikmat sausai meresmikan Kampung Siaga Bencana Desa Cimanintin, Sumedang, Minggu (4/11).

BACA JUGA: Peduli Kesehatan Masyarakat, TSE Diganjar Padmamitra Award

Harry menambahkan, tingginya intensitas hujan di Jawa Barat beberapa waktu lalu mengakibatkan bencana alam di di beberapa titik. Salah satunya pergerakan tanah di Dusun Cimanintin Blok Babakan Sawah, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Sumedang.  "Ini akibat curah hujan yang tinggi secara terus-menerus, pergerakan tanah ini telah merusak rumah warga sekitar 63 KK," jelasnya.

Menurut Harry, area terdampak pergerakan tanah di dusun ini mencapai 4 hektar. Untuk itu, warga yang berada di area tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman atau direlokasi. "Mereka yang terkena dampak telah direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan bantuan pemerintah setempat dan Kemensos RI," tambahnya.

BACA JUGA: Sebanyak 21 Perusahaan Meraih Padmamitra Award 2018

Untuk menghindari jatuhnya korban di kemudian hari, lanjut Harry, pemerintah telah memutuskan untuk membentuk Kampung Siaga Bencana ke 628 di dusun ini. "Kesiagaan warga Dusun Cimanintin sangat dibutuhkan untuk meminimalisir korban. Dusun ini sangat rawan bencana. Dusun ini merupakan KSB ke 5 di Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Kementerian Sosial sendiri menargetkan berdirinya 100 Kampung Siaga Bencana (KSB) di sejumlah kabupaten dan kota pada tahun ini . Kemensos juga berharap KSB di Kabupaten Sumedang terus bertambah keberadaannya. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.(jpnn)

BACA JUGA: Program Perlindungan Sosial Turunkan Kemiskinan Era Jokowi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Masih Minim Tenaga Pelopor Perdamaian


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler