Korut Ancam Buang Aset Korsel

Sabtu, 30 Juli 2011 – 04:42 WIB
SEOUL - Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) berpotensi memasuki babak baru keteganganKemarin (29/7), Pyongyang mengancam bakal mengenyahkan aset berharga milik Korsel di Resor Gunung Kumgang yang berada di perbatasan dua negara

BACA JUGA: PM Norwegia Janjikan Perubahan Lebih Terbuka

Padahal, aset itu nilainya mencapai puluhan juta dolar.

Lewat peringatan tertulis, pemerintahan Kim Jong-il menyatakan bahwa pihaknya akan membuang aset Korsel yang berada di hotel-hotel, restoran dan properti lain di resor tersebut
"Pyongyang bakal mengambil langkah-langkah tertentu yang tidak mereka sebutkan untuk mengambil-alih resor tersebut," kata Jubir Kementerian Unifikasi Korsel, Chun Hae-sung.

Konon, ancaman itu muncul setelah Seoul mengabaikan ajakan Pyongyang untuk membahas masa depan resor tersebut

BACA JUGA: Pangkalan AL Meledak, Para Menteri Siprus Mundur

Chun mengatakan bahwa Korut memberikan batas waktu hingga tiga pekan kepada para pebisnis Korsel, sebelum pemerintahan Kim benar-benar membuang aset berharga mereka
Lewat cara itu, Pyongyang berusaha memaksa Seoul berdialog.

"Pemerintah akan menindaklanjuti ancaman ini

BACA JUGA: Mubarak Mulai Jalani Sidang Pekan Depan

Kami akan menelusuri segala langkah hukum dan diplomasi untuk melindungi seluruh properti milik pebisnis Korsel di resor tersebut," papar ChunTidak jelas apakah Seoul akan menjawab undangan dialog yang dipaksakan Pyongyang tersebut.

Resor Gunung Kumgang yang dikembangkan oleh perusahaan Korsel, Hyunda Asan Company, itu mulai beroperasi pada 1998 laluObjek wisata yang lantas dikelola bersama itu menjadi simbol rekonsiliasi dua negara bertetangga di Semenanjung Korea tersebutPada tahun pertama operasional resor tersebut, Korut mendapatkan penghasilan sampai puluhan juta dolar.

Hubungan dua Korea yang panas dingin juga membuat bisnis wisata tersebut pasang surutPuncaknya terjadi pada Juli 2008 saat seorang serdadu Korut menembak mati wisatawan Korsel yang terdampar sampai ke zona militerSejak saat itu, Seoul menunda seluruh perjalanan wisata ke resor tersebutLambat laun, geliat bisnis di kawasan tersebut pun redupPundi-pundi Korut pun tak lagi terisi.

Seoul menegaskan bahwa mereka tak akan membangkitkan kembali resor di perbatasan itu sebelum Pyongyang mengizinkan pihaknya melakukan investigasi di lokasi kejadianSeoul juga menuntut Pyongyang memberikan jaminan keamanan maksimal kepada seluruh anggota tim investigasiTapi, Pyongyang tak menanggapi tuntutan SeoulAkibatnya, kasus tersebut berlarut-larut.

Tahun lalu, pemerintahan Kim nekat menutup seluruh properti bisnis milik KorselJuga menyita seluruh aset berharga para pebisnis KorselJuni lalu, mereka bahkan membentuk badan khusus untuk mengelola resor tersebut secara sepihakPyongyang juga mengundang investor asing untuk menanamkan modal mereka di Resor Gunung Kumgang.

Sementara itu, delegasi Korut yang berada di Amerika Serikat (AS) kembali mengadakan pertemuan dengan para pejabat pemerintahan Presiden Barack ObamaKemarin, pertemuan tertutup tentang nuklir Korut itu memasuki hari keduaUtusan AS untuk Korut, Stephen Bosworth, menyebut pertemuan dengan para juru runding nuklir Korut serta Wakil Menlu Kim Kye-gwan berjalan lancar.

"Pertemuan berlangsung dengan serius dan lebih menyerupai percakapan bisnis," ungkap salah seorang pejabat Departemen Luar Negeri ASLewat pertemuan itu, konon, AS hanya ingin memperingatkan Korut terhadap janji mereka untuk melucuti nuklirAS juga berharap, Korut bersedia kembali ke perundingan enam negara tanpa syarat(AP/AFP/hep/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspadai Bom, Oslo Siaga Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler